Bersyukur banget, kakak dan adek tidak pernah mengiringin kepergian ibu dan ayah berangkat kerja dengan tangisan:-) mereka biasanya akan menganter sampai depan pagar, sembari tersenyum meminta salam dan dag-dag…rasanya lega dan tidak ada beban untuk memulai kerja:-)
Cuman biasanya, proses bermanja-manjaannya terjadi sebelum mandi ataupun sesudah mandi, sembari duduk dipangku ibu dan disisir rambutnya didepan tv, mereka seringkali mengusap rambut ibunya, “oh, ibu sudah mandinya…” tidak lama ibu akan ke dapur mempersiapkan sarapan mereka, kalo manjanya lagi kumat, mereka akan minta disuapin, hehehe…tapi kalo tidak mereka mau makan sendiri, biasanya tinggal ayah manggil ibu untuk bersiap-siap berangkat kerja…kalo sudah gitu pertanyaannya
adek dan kakak: “ ibu dan ayah mo kemana”,
ibu: “mo kerja”
adek & kakak: “mo buat beli apa sih bu”
ibu: “susu”
adek & kakak: “o susu ya”
selalu begitu, tapi minggu lalu, kakak & adek menjawab,”lha kan susunya msh ada bu”
hehehe, ibu dibuat bingung menjawabnya
ibu: “ya buat sekolah kakak dan adek juga, beli baju, es krim”
ibu biasanya akan mengalihkannya seperti ini:”nanti sore, kakak dan adek mau ibu beliin apa?”
macem-macem jawab mereka :”coklat bu, eh es krim”
duh, rasanya kalo sudah begitu, ibu sedih, kalo mereka sudah besar pasti makin kritis aja menanyakan hal itu sama ibu, hehehe…
Semoga kakak dan adek bisa mengerti ya, hehehe…kasian bukan ibu dan ayahnya yang mengerti mereka tapi mereka yang diminta mengerti kita orang tuanya, hehehehe…
Maaf ya nak:-)
Selasa, 23 Februari 2010
Senin, 22 Februari 2010
Kakak marah kalo tau kita sedang menertawakannya
Lucu deh, ada kebiasaan yang kurang bagus nih yang mulai muncul di kakak, dia jadi sok tua gitu, hehehehe. Dia suka ngoceh gitu, misalnya kalo ada kejadian apa gitu dan kita nasehatin, dia bisanya ikutan nasehatin juga ke adeknya. Karna melihat hal tersebut lucu, kami kerap kali jadi tertawa melihat tingkah lakunya menasehati adeknya. Lucunya, dia sadar lho kalo kami tertawa gara-gara dia. Tiba-tiba aja, dia berhenti dan memarahin kita, “hei jangan ketawain kakak dong, kakak kan bilangin adek…”. Langsung aja kami terdiem dibuatnya, ibu merasa bersalah aja menertawakan kelakuan kakak. Kalo sudah gitu, ibu dan ayah liat-liatan aja deh, sembari bilang ke kakak, hal apa yang membuat kami ketawa. Maaf ya Kak, ternyata kakak sudah mulai gede nih, bisa bilangin adek dengan baik meskipun dengan cara kanak-kanak yang polos.
Kalo kakak marah sama adek
“Adek, dengerin kakak gak?”,
“satu, dua, tiga”
Duh kalo sudah gitu, kami orang dewasa buru-buru mendekati kakak, karna bisa-bisa dia berbuat kasar sama adeknya. Begitulah kakak kalo sudah menasehati adeknya, “adek, ga boleh bla-bla” tapi kadang memang adeknya suka nekat aja, kalo sudah gitu biasanya akan lanjut dengan kalimat ancaman dari kakak seperti diatas tadi.
Sering kami bilang ke kakak, “kak, sabar dong sama adek, pelan-pelan bilangin adek”, kakak pasti akan bilang “adek sih…” sembari menyalahkan adeknya gitu, hehehe…
Gaya ini sepertinya kakak dapat dari ayahnya kalo sedang memarahi kakak dan adek, hehehe…wah buat pelajaran kita semua nih, hati-hati berbicara sama mereka karna mereka sekarang bener-bener menjadi peniru yang ulung:-)
Kalo kakak marah sama adek
“Adek, dengerin kakak gak?”,
“satu, dua, tiga”
Duh kalo sudah gitu, kami orang dewasa buru-buru mendekati kakak, karna bisa-bisa dia berbuat kasar sama adeknya. Begitulah kakak kalo sudah menasehati adeknya, “adek, ga boleh bla-bla” tapi kadang memang adeknya suka nekat aja, kalo sudah gitu biasanya akan lanjut dengan kalimat ancaman dari kakak seperti diatas tadi.
Sering kami bilang ke kakak, “kak, sabar dong sama adek, pelan-pelan bilangin adek”, kakak pasti akan bilang “adek sih…” sembari menyalahkan adeknya gitu, hehehe…
Gaya ini sepertinya kakak dapat dari ayahnya kalo sedang memarahi kakak dan adek, hehehe…wah buat pelajaran kita semua nih, hati-hati berbicara sama mereka karna mereka sekarang bener-bener menjadi peniru yang ulung:-)
Kakak sudah pinter nyanyi:-)
Kesempatan kami ngumpul adalah dimalam hari setelah ayah dan ibu selesai mandi, sementara ibu makan biasanya ayah, adik dan kakak masuk ke kamar untuk bermain bersama. Awalnya kakak & adik bermain kuda-kudaan bersama ayah, kemudian dilanjutkan dengan nyanyi bersama. Kamis malam, tanggal 18 Februari kemaren, kakak dan adek begitu energik, ceritanya mereka ingin unjuk gigi nyanyi dan menari bersama, hehehe…
Ibu seringkali dibuat tertawa geli kalo melihat mereka bernyanyi sembari menari, even salah tetep lanjut mang:-) pede banget ya mereka, tapi bagus kok:-) Iseng-iseng, ayah minta kakak menyanyikan satu lagu tanpa iringan kami, ternyata dia bisa lho meskipun ada beberapa kata yang salah pelafalannya, tapi ibu kagum aja sama keberanian kakak, hehehe…ayah minta kakak menyanyikan 3-4 lagu sendiri malam itu dan sukses dengan baik…Adek kadang ikutan nyanyi bareng dengan kakak sembari menari. Mau tau cara mereka menari ? entah dapat gaya dari mana, mereka berlari ke kanan dan ke kiri sebanyak dua kali dan menendang kakinya ke samping, semua dilakukan sembari tertawa, buseeet apa tidak capek ya, hehehehe….
Ibu seringkali dibuat tertawa geli kalo melihat mereka bernyanyi sembari menari, even salah tetep lanjut mang:-) pede banget ya mereka, tapi bagus kok:-) Iseng-iseng, ayah minta kakak menyanyikan satu lagu tanpa iringan kami, ternyata dia bisa lho meskipun ada beberapa kata yang salah pelafalannya, tapi ibu kagum aja sama keberanian kakak, hehehe…ayah minta kakak menyanyikan 3-4 lagu sendiri malam itu dan sukses dengan baik…Adek kadang ikutan nyanyi bareng dengan kakak sembari menari. Mau tau cara mereka menari ? entah dapat gaya dari mana, mereka berlari ke kanan dan ke kiri sebanyak dua kali dan menendang kakinya ke samping, semua dilakukan sembari tertawa, buseeet apa tidak capek ya, hehehehe….
Senin, 15 Februari 2010
Trial ke Kidea Cawang
Dapat informasi dari bude Wiwik, kalau sabtu tanggal 6 February akan ada open house Kidea Cawang tempat bude Wiwik bekerja. Dari jumat sore, ibu sudah janji ke kakak dan adek kalo kita besok akan ke sekolah. Mereka keliatannya sudah antusias sekali untuk sekolah, semangat lho kalo dijanjikan mo pergi ke sekolah bersama ibu dan ayah, hehehe…Karena yang ada dibayangan mereka, mereka bisa bermain ayunan, perosotan, panjat-memanjat, dll.
Beberapa waktu sebelumnya, ibu dan ayah bersama adek dan kakak mendaftar ke KB/TK Santa Maria yang berada di Jatinegara. Mereka antusias banget begitu melihat lapangan yang luas dengan aneka mainan disana. Rasa was-was dan ketakutan musnah melihat keagresifan mereka menaiki tangga yang ada ditempat mainan tersebut setelah melihat keberanian dan kefasihan mereka menaiki mainan tsb. Ibu dan ayah jadi tertawa melihat adek kakak tidak bisa diem dan lari kesana kemari. Konsepnya pun bagus, cuman ada sayangnya yang bikin ibu berpikir ulang untuk menyekolahkan mereka disana, letaknya yang agak jauh dari rumah berikut jam masuk sekolah 7.15 terlalu pagi buat kakak dan adek, membuat ibu dan ayah menunda sementara waktu keputusan mendaftarkan mereka meskipun sudah negosiasi dan sampail tahap pembayaran.
Kembali ke Kidea, begitu kami tiba disana sudah sekitar jam 10an, kami langsung diminta ke lt 4 untuk melihat performance anak-anak yang sudah mengikuti pendidikan di preschool tsb. Ada pertunjukan tari modern, menyanyi dalam bahasa inggris. Semua aktifitas belajar diKidea ini dalam bahasa inggris. Kami sendiri tidak ada rencana menyekolahkan mereka ke sekolah dengan bahasa Inggris atau bilingual. Konsep kami hanya pada sosialisai dan bermain mereka.
Kakak dan adek awalnya seneng mengikuti pertunjukan tsb tapi tidak berapa lama mereka bosen. Kamipun turun ke lantai 2, karna ada arena bermain disana. Tidak lama berada di arena tsb, ada 2 miss Novi dan Adrea yang memberikan class trial, sehingga kakak dan adek ikutan masuk ke kelas. Ada 5 orang anak yang ikut trial, 1 anak berusia 1 thn, 1 anak berusia 15-16bln, 1 anak berusia 2 thn lebih dan kakak adik berusia 2,5 thn. Mereka duduk dimatras ditemani ibunya. Ibu, ayah dan tante Harni pun ikutan masuk kelas biar adik kakak mau ikutan masuk ke kelas. Awalnya memang agak susah membimbing mereka masuk kelas. Ternyata begitu mau masukpun, mereka sama sekali tidak tertarik dengan miss yang mengajar dengan mengunakan flash card dan bernyanyi bersama. Kakak lebih tertarik melihat keluar sehingga sering bolak-balik masuk ruang kelas sementara adek tertarik dengan kursi kecil yang berada dibagian kiri matras. Sehingga kalau ada interaksi dengan miss Novi dan Andrea mereka sama sekali tidak tertarik. Akhirnya mereka berdua serempak keluar kelas dan mengikuti permainan, sampai akhirnya ibu dan ayah berusaha mengajak mereka masuk kelas tapi mereka sama sekali tidak bergeming sehingga akhirnya ibu putuskan untuk pamit dengan miss Novi dan Andrea, hehehe…
Kami turun ke lantai dasar, ternyata sudah rame anak-anak disana. Ada 2 kelas dengan aktifitas yang berbeda. Kami memasuk ke kelas hand craft, disana tidak lama karna kakak dan adik tidak tertarik. Sewaktu diberitahu ada sepeda yang disedia, mereka langsung dengan girangnya main sepeda tapi karna tempatnya tidak memungkinkan sehingga membuat kami semua was-was. Akhirnya setelah agak lamaan, berhasil juga mengajak mereka pulang sehingga mereka mau turun dari sepedanya, hehehehehe... Setelah makan sebentar untuk menganjal perut, akhirnya kami lanjut ke Carefour.
Beberapa waktu sebelumnya, ibu dan ayah bersama adek dan kakak mendaftar ke KB/TK Santa Maria yang berada di Jatinegara. Mereka antusias banget begitu melihat lapangan yang luas dengan aneka mainan disana. Rasa was-was dan ketakutan musnah melihat keagresifan mereka menaiki tangga yang ada ditempat mainan tersebut setelah melihat keberanian dan kefasihan mereka menaiki mainan tsb. Ibu dan ayah jadi tertawa melihat adek kakak tidak bisa diem dan lari kesana kemari. Konsepnya pun bagus, cuman ada sayangnya yang bikin ibu berpikir ulang untuk menyekolahkan mereka disana, letaknya yang agak jauh dari rumah berikut jam masuk sekolah 7.15 terlalu pagi buat kakak dan adek, membuat ibu dan ayah menunda sementara waktu keputusan mendaftarkan mereka meskipun sudah negosiasi dan sampail tahap pembayaran.
Kembali ke Kidea, begitu kami tiba disana sudah sekitar jam 10an, kami langsung diminta ke lt 4 untuk melihat performance anak-anak yang sudah mengikuti pendidikan di preschool tsb. Ada pertunjukan tari modern, menyanyi dalam bahasa inggris. Semua aktifitas belajar diKidea ini dalam bahasa inggris. Kami sendiri tidak ada rencana menyekolahkan mereka ke sekolah dengan bahasa Inggris atau bilingual. Konsep kami hanya pada sosialisai dan bermain mereka.
Kakak dan adek awalnya seneng mengikuti pertunjukan tsb tapi tidak berapa lama mereka bosen. Kamipun turun ke lantai 2, karna ada arena bermain disana. Tidak lama berada di arena tsb, ada 2 miss Novi dan Adrea yang memberikan class trial, sehingga kakak dan adek ikutan masuk ke kelas. Ada 5 orang anak yang ikut trial, 1 anak berusia 1 thn, 1 anak berusia 15-16bln, 1 anak berusia 2 thn lebih dan kakak adik berusia 2,5 thn. Mereka duduk dimatras ditemani ibunya. Ibu, ayah dan tante Harni pun ikutan masuk kelas biar adik kakak mau ikutan masuk ke kelas. Awalnya memang agak susah membimbing mereka masuk kelas. Ternyata begitu mau masukpun, mereka sama sekali tidak tertarik dengan miss yang mengajar dengan mengunakan flash card dan bernyanyi bersama. Kakak lebih tertarik melihat keluar sehingga sering bolak-balik masuk ruang kelas sementara adek tertarik dengan kursi kecil yang berada dibagian kiri matras. Sehingga kalau ada interaksi dengan miss Novi dan Andrea mereka sama sekali tidak tertarik. Akhirnya mereka berdua serempak keluar kelas dan mengikuti permainan, sampai akhirnya ibu dan ayah berusaha mengajak mereka masuk kelas tapi mereka sama sekali tidak bergeming sehingga akhirnya ibu putuskan untuk pamit dengan miss Novi dan Andrea, hehehe…
Kami turun ke lantai dasar, ternyata sudah rame anak-anak disana. Ada 2 kelas dengan aktifitas yang berbeda. Kami memasuk ke kelas hand craft, disana tidak lama karna kakak dan adik tidak tertarik. Sewaktu diberitahu ada sepeda yang disedia, mereka langsung dengan girangnya main sepeda tapi karna tempatnya tidak memungkinkan sehingga membuat kami semua was-was. Akhirnya setelah agak lamaan, berhasil juga mengajak mereka pulang sehingga mereka mau turun dari sepedanya, hehehehehe... Setelah makan sebentar untuk menganjal perut, akhirnya kami lanjut ke Carefour.
Kakak sedang dalam tahap slow weaning:-)
Sejak 2 bulan menjelang ultah mereka kedua, ibu dan ayah sudah wanti-wanti ke adek kakak untuk proses slow weaning. Respon mereka sih juga bagus, sehabis diwanti-wanti sering terjadi dialog rutin seperti ini
Kakak/adik : “ini memang nenen sapa bu”(sembari menunjuk nenen ibunya:-)),
ibu: adek bayi
Kakak/adik: adek bayinya mana ?
Ibu: adek bayinya ibu kan sudah gede sekarang (sembari mengelus kepala kakak/adek)
Kakak/adik: Adek Asep ya bu (anak tetangga belakang rumah)
Ibu: iya buat adek Asep aja, kasian adek Asep dan adek Alfa saja yang masih bayi sudah tidak nenen ibunya
Kakak/adik: oh buat adek bayi (sembari menganggukan kepalanya seakan mengerti)
Tapi biasanya tidak lama kemudian mereka akan bilang “ibu, nenen“ sembari usikan gitu (entah menendang-nendangkan kakinya ke bawah dalam posisi tidur gitu, hehehe), sekali waktu kalo tidak dikasih, mereka akan nangis:-) kalo sudah begitu, ibupun rasanya tidak tega sementara ayah pasti akan ngomong, “ya sudah bu, kasih aja“. Ya begitu lah prosesnya bolak-balik seperti itu:-)
Beberapa temen yang men-sharingkan proses penyapihan mereka, ada yang diolesin lipstik, ada pake jamu/ puyer dan sekali waktu ibu pernah hampir mencoba dengan menaruh tensoplast tapi entah kenapa hal itu tidak pernah terjadi, hehehehehe...Rasanya ibu tidak tega aja kalo mereka sampai menangis karna pingin nenen, dulu sewaktu asi belum keluar, ibu dan ayah berusaha biar asinya bisa keluar, sekarang begitu sudah ada dan anak minta masak tidak diberikan:-) Dari beberapa sharing di milis Sehat, ibu percaya dengan cara slow weaning adalah cara yang terbaik buat ibu dan kakak adek menjalani penyapihan dengan alami, tanpa ada paksaan buat kami semua...
Demand mereka untuk nenen pun sudah mulai berkurang, biasanya mereka minta nenen menjelang tidur tapi akan jadi sering minta nenen kalo libur atau ibunya dirumah. Kalau adek biasanya akan terbangun 2-4 kali semalam untuk nenen. Sejak Januari lalu, ada kebiasaan baru kakak yang berubah menjelang tidur malam. Dia sekarang terbiasa tidur dalam gendongan ayahnya sementara adek masih nenen dengan ibunya. Kalaupun tidak digendong, kakak akan minta ayahnya tidur disebelahnya dengan pegangan tangan.
Sekali waktu kalau ayahnya tidak dirumah, kakak akan menunggu ayahnya pulang meskipun sudah nenen dengan ibunya. Rasanya nenen ibupun sudah tidak mempan mengantarnya tidur, hehehehe…
Doakan ya kakak bisa sukses melewati slow weaning-nya :-)
Ibu percaya pastinya adek pun cepat atau lambat akan menyusul kakaknya, karna kakaknya sering kali protes dan bilang ke dia, kalo nenen ibu untuk adek bayi:-) Semoga nantinya adek yang mau sendiri untuk tidak nenen tapi bukan karna protes kakaknya untuk slow weaning, hehehe.
Kakak/adik : “ini memang nenen sapa bu”(sembari menunjuk nenen ibunya:-)),
ibu: adek bayi
Kakak/adik: adek bayinya mana ?
Ibu: adek bayinya ibu kan sudah gede sekarang (sembari mengelus kepala kakak/adek)
Kakak/adik: Adek Asep ya bu (anak tetangga belakang rumah)
Ibu: iya buat adek Asep aja, kasian adek Asep dan adek Alfa saja yang masih bayi sudah tidak nenen ibunya
Kakak/adik: oh buat adek bayi (sembari menganggukan kepalanya seakan mengerti)
Tapi biasanya tidak lama kemudian mereka akan bilang “ibu, nenen“ sembari usikan gitu (entah menendang-nendangkan kakinya ke bawah dalam posisi tidur gitu, hehehe), sekali waktu kalo tidak dikasih, mereka akan nangis:-) kalo sudah begitu, ibupun rasanya tidak tega sementara ayah pasti akan ngomong, “ya sudah bu, kasih aja“. Ya begitu lah prosesnya bolak-balik seperti itu:-)
Beberapa temen yang men-sharingkan proses penyapihan mereka, ada yang diolesin lipstik, ada pake jamu/ puyer dan sekali waktu ibu pernah hampir mencoba dengan menaruh tensoplast tapi entah kenapa hal itu tidak pernah terjadi, hehehehehe...Rasanya ibu tidak tega aja kalo mereka sampai menangis karna pingin nenen, dulu sewaktu asi belum keluar, ibu dan ayah berusaha biar asinya bisa keluar, sekarang begitu sudah ada dan anak minta masak tidak diberikan:-) Dari beberapa sharing di milis Sehat, ibu percaya dengan cara slow weaning adalah cara yang terbaik buat ibu dan kakak adek menjalani penyapihan dengan alami, tanpa ada paksaan buat kami semua...
Demand mereka untuk nenen pun sudah mulai berkurang, biasanya mereka minta nenen menjelang tidur tapi akan jadi sering minta nenen kalo libur atau ibunya dirumah. Kalau adek biasanya akan terbangun 2-4 kali semalam untuk nenen. Sejak Januari lalu, ada kebiasaan baru kakak yang berubah menjelang tidur malam. Dia sekarang terbiasa tidur dalam gendongan ayahnya sementara adek masih nenen dengan ibunya. Kalaupun tidak digendong, kakak akan minta ayahnya tidur disebelahnya dengan pegangan tangan.
Sekali waktu kalau ayahnya tidak dirumah, kakak akan menunggu ayahnya pulang meskipun sudah nenen dengan ibunya. Rasanya nenen ibupun sudah tidak mempan mengantarnya tidur, hehehehe…
Doakan ya kakak bisa sukses melewati slow weaning-nya :-)
Ibu percaya pastinya adek pun cepat atau lambat akan menyusul kakaknya, karna kakaknya sering kali protes dan bilang ke dia, kalo nenen ibu untuk adek bayi:-) Semoga nantinya adek yang mau sendiri untuk tidak nenen tapi bukan karna protes kakaknya untuk slow weaning, hehehe.
Selasa, 12 Januari 2010
Kakak manipulatif:-)
Kejadian lucu ini berulang kali terjadi, lucu deh, suka bikin ibu menahan ketawaan didepan kakak. Kakak tuh seringkali menyalahkan orang disekitar yang padahal berawal dari dia, contohnya dia kepleset karna tumpahan air minum yang dia cipratin eh tiba-tiba dia mengerundel dengan bilang,“kamu sih...“ menunjukkan kesalahan ke adek atau orang disekitarnya.
Ada kejadian lucu kemaren di gereja hari Minggu, tanggal 10 Januari 2010. Setelah misa selesai, kami berjalan ke sekretariat. Ayah sudah berjalan duluan, sementara adek dan tante menyusul dibelakangnya, paling belakang kakak bersama ibu. Ayah sedang disekretariat, sementara tante Harni dan adek Laras sedang meminta berkat untuk benda-benda rohani yang baru dibeli. Kakak tuh nyeleneh, dia minta berjalan diatas conblok yang dipasang berdiri sebagai pembatas antara jalan dan taman.
Setelah selesai melewati taman, tiba-tiba muncul anjing hitam dari arah depan deket adek dan tante. Ternyata responsenya kakak cukup bikin heboh, orang-orang disekitar tiba-tiba saja dia menjerit dan menangis dengan suara kencang serta minta gendong karna dia ketakutan dengan anjing hitam itu. Sementara response adek cukup membuat ibu was-was karna dia mau mengusap punggung anjing tersebut, ibu berusaha menghalangi dengan nahan tangan adek dengan lutut ibu.
Buru-buru kami menjauh dari tempat itu, kakak masih menangis kencang meskipun kami sudah berjalan jauh. Sewaktu ketemu dengan ayahnya, dia bilang adeknya yang nangis kencang gara-gara takut dengan anjing, hehehehehe...sementara ibu dan tante berusaha bilang kondisi sebenarnya ke ayah, kami semua tertawa dan geleng-geleng dengan sikap kakak yang manipulatif ini:-)
Ada kejadian lucu kemaren di gereja hari Minggu, tanggal 10 Januari 2010. Setelah misa selesai, kami berjalan ke sekretariat. Ayah sudah berjalan duluan, sementara adek dan tante menyusul dibelakangnya, paling belakang kakak bersama ibu. Ayah sedang disekretariat, sementara tante Harni dan adek Laras sedang meminta berkat untuk benda-benda rohani yang baru dibeli. Kakak tuh nyeleneh, dia minta berjalan diatas conblok yang dipasang berdiri sebagai pembatas antara jalan dan taman.
Setelah selesai melewati taman, tiba-tiba muncul anjing hitam dari arah depan deket adek dan tante. Ternyata responsenya kakak cukup bikin heboh, orang-orang disekitar tiba-tiba saja dia menjerit dan menangis dengan suara kencang serta minta gendong karna dia ketakutan dengan anjing hitam itu. Sementara response adek cukup membuat ibu was-was karna dia mau mengusap punggung anjing tersebut, ibu berusaha menghalangi dengan nahan tangan adek dengan lutut ibu.
Buru-buru kami menjauh dari tempat itu, kakak masih menangis kencang meskipun kami sudah berjalan jauh. Sewaktu ketemu dengan ayahnya, dia bilang adeknya yang nangis kencang gara-gara takut dengan anjing, hehehehehe...sementara ibu dan tante berusaha bilang kondisi sebenarnya ke ayah, kami semua tertawa dan geleng-geleng dengan sikap kakak yang manipulatif ini:-)
Makan siang bersama di Tahun Baru
Awal tahun ini, kebetulan sekali Jumat pertama. Kami bersama-sama mengikuti misa pagi berikut Jumat pertama. Misa pagi ini dipimpin oleh Romo Walidi. Inti kotbah pagi itu ada membiarkan Tuhan yang menyempurnakan setiap rencana yang kita buat.
Setelah misa pagi, kami lanjut makan mie bangka didaerah Cipinang Jaya.
Kami pesen ke ibu hari ini, tidak perlu memasak karna rencananya kami akan makan siang bersama di Kelapa gading. Kami jalan makan siang sekitar jam 1 kurang. Kami rencananya makan di Seafood Wiro Sableng, Kelapa Gading. Acara ini sebagai ucapan syukur karna ibu sudah bekerja selama periode tertentu dikantor. Sayang, kakak dan adik tertidur sewaktu dalam perjalanan, hehehe tapi tetep ayah dan tante yang memangku mereka bergerilya dengan makanan tsb.
Setelah acara makan, kami lanjut ke Giant Rawamangun untuk hunting pampers promo tapi ternyata out of stock. Kami tiba dirumah sekitar jam 3an.
Setelah misa pagi, kami lanjut makan mie bangka didaerah Cipinang Jaya.
Kami pesen ke ibu hari ini, tidak perlu memasak karna rencananya kami akan makan siang bersama di Kelapa gading. Kami jalan makan siang sekitar jam 1 kurang. Kami rencananya makan di Seafood Wiro Sableng, Kelapa Gading. Acara ini sebagai ucapan syukur karna ibu sudah bekerja selama periode tertentu dikantor. Sayang, kakak dan adik tertidur sewaktu dalam perjalanan, hehehe tapi tetep ayah dan tante yang memangku mereka bergerilya dengan makanan tsb.
Setelah acara makan, kami lanjut ke Giant Rawamangun untuk hunting pampers promo tapi ternyata out of stock. Kami tiba dirumah sekitar jam 3an.
Nengok adek Natan menjelang tahun baru:-)
Pagi hari tanggal 31 ini, kami awalin dengan ikutan misa pagi untuk menutup tahun bersama kakak dan adek. Setelah itu, kami lanjutkan dengan mengunjungi rumah kami dijati makmur, bekasi.
Rencana mo nengok adek Natan tertunda mulu, akhirnya baru tanggal 31 Desember 2009 kami putuskan untuk nengok adek bayi yang baru lahir tanggal 8 Desember lalu. Rencana ini nyaris batal karna hujan deras disore hari, untunglah tidak lama kemudian hujan berhenti. Kami jalan sekitar jam 5.30.
Setiba disana, setelah salam-salaman dan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru, kami semua terlibat pembicaraan seru. Adek dan kakak pun dapat pinjeman mainan adek Tristan. Ibu dan eyang sempet mengendong adek Natan sementara tante Harni tidak diperbolehkan Ambar mengendong Natan, hehehe…
Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya kamipun tersadar kalo waktu sudah mulai bergeser ke jam 6.30an, kakak dan adek susah banget diajak pulang karna sudah menjajah mainan adek Tristan, maaf ya dik :-)
Kami akhirnya pulang sekitar jam 7 malem. Rencananya dilanjutkan dengan makan malam di Kelapa Gading tapi ternyata kami terjebak kemacetan di daerah Cipinang Muara sampai hampir 30 menit, hehehehe...akhirnya kami putuskan pulang ke rumah karna takut akan lebih macet lagi sepanjang perjalanan.
Rencana mo nengok adek Natan tertunda mulu, akhirnya baru tanggal 31 Desember 2009 kami putuskan untuk nengok adek bayi yang baru lahir tanggal 8 Desember lalu. Rencana ini nyaris batal karna hujan deras disore hari, untunglah tidak lama kemudian hujan berhenti. Kami jalan sekitar jam 5.30.
Setiba disana, setelah salam-salaman dan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru, kami semua terlibat pembicaraan seru. Adek dan kakak pun dapat pinjeman mainan adek Tristan. Ibu dan eyang sempet mengendong adek Natan sementara tante Harni tidak diperbolehkan Ambar mengendong Natan, hehehe…
Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya kamipun tersadar kalo waktu sudah mulai bergeser ke jam 6.30an, kakak dan adek susah banget diajak pulang karna sudah menjajah mainan adek Tristan, maaf ya dik :-)
Kami akhirnya pulang sekitar jam 7 malem. Rencananya dilanjutkan dengan makan malam di Kelapa Gading tapi ternyata kami terjebak kemacetan di daerah Cipinang Muara sampai hampir 30 menit, hehehehe...akhirnya kami putuskan pulang ke rumah karna takut akan lebih macet lagi sepanjang perjalanan.
Taman Safari lagi: -)
Karna masih ada sisa tiket, akhirnya kami pergi lagi tanggal 27 Des 2009 bersama tante Ana dan om Rio. Rencana selalu tinggal rencana, pingin jalan jam 7 eh akhirnya jam 7.30 lebih. Lagi-lagi kena macet didaerah Gadog dan memang kali ini lalu lintas lebih rame:- ) Karna kakak muntah akhirnya kami cari lokasi untuk membersihkan muntahan kakak, tante Harni tidak mau melewatkan kesempatan dengan berbelanja, hehehe…
Disaat ibu dan ayah bersih-bersih kakak dan mobil, tante memborong nanas, talas, manggis dan wortel untuk pakan hewan di Taman Safari nantinya.
Pengunjung kali ini lebih melimpah ruah dibandingkan kunjungan kami sebelumnya. Mencari parkiran pun agak susah, kami baru dapat dideket lokasi Dolphin show. Begitu sampai dilokasi, kami langsung mengelar makan siang yang kami bawa dan makan bersama. Lagi asik makan, tiba-tiba hujan deras turun. Buru-buru kami bawa adek dan kakak masuk kedalam mobil, sementara makanan baru kami rapihkan. Setelah itu kami lanjutkan acara makan siang didalam mobil, hehehehe...
Selesai makan siang, kami berjalan ke area coboy show yang kebetulan tidak jauh dari lokasi parkir mobil. Kali ini kami bisa mengikuti acara sampai selesai. Kakak dan adikpun keliatan sudah tidak terlalu takut, mungkin karna kami nonton dilokasi paling atas ya:-)
Setelah acara selesai, kami kembali ke mobil. Selanjutnya kami nonton dolphin show. Karna sudah jam 3.30 akhirnya kami putuskan untuk pulang. Sepanjang jalan, hujan deras dan agak macet. Kami tiba di rumah sekitar jam 6.30 sore.
Disaat ibu dan ayah bersih-bersih kakak dan mobil, tante memborong nanas, talas, manggis dan wortel untuk pakan hewan di Taman Safari nantinya.
Pengunjung kali ini lebih melimpah ruah dibandingkan kunjungan kami sebelumnya. Mencari parkiran pun agak susah, kami baru dapat dideket lokasi Dolphin show. Begitu sampai dilokasi, kami langsung mengelar makan siang yang kami bawa dan makan bersama. Lagi asik makan, tiba-tiba hujan deras turun. Buru-buru kami bawa adek dan kakak masuk kedalam mobil, sementara makanan baru kami rapihkan. Setelah itu kami lanjutkan acara makan siang didalam mobil, hehehehe...
Selesai makan siang, kami berjalan ke area coboy show yang kebetulan tidak jauh dari lokasi parkir mobil. Kali ini kami bisa mengikuti acara sampai selesai. Kakak dan adikpun keliatan sudah tidak terlalu takut, mungkin karna kami nonton dilokasi paling atas ya:-)
Setelah acara selesai, kami kembali ke mobil. Selanjutnya kami nonton dolphin show. Karna sudah jam 3.30 akhirnya kami putuskan untuk pulang. Sepanjang jalan, hujan deras dan agak macet. Kami tiba di rumah sekitar jam 6.30 sore.
Ke Taman Safari

Mumpung dapat tiket murah masuk Taman Safari dari kantor tante Harni. Kami pergi ke sana sekitar tanggal 19 desember 2009. rencananya mau jalan pagi, tapi ternyata kami baru jalan sekitar jam 9an, tapi untunglah perjalanan tidak terlalu macet hanya pada saat berada di Gadog saja agak tersendat. Begitu mendekati Taman Safari, kakak dan adek malah tertidur. Tapi untunglah begitu memasuki lokasi, kakak dan adek antusias sekali melihat binatang di sana. Mereka teriak-teriak histeris, terutama pada saat binatang tersebut mendekati mobil kami. Sayangnya karna mereka tidur, kami tidak membeli wortel yang banyak dijual oleh pedagang menjelang pintu masuk ke taman safari.
Selama disana, kami keliling dengan kereta wisata, setelah membeli tiket seharga Rp. 15rb/ orang. Pada saat tiba di area coboy show kebetulan acara sedang berlangsung, akhirnya kami turun dan menontonnya. Tapi ternyata karna banyak kejutan yang bikin kaget kakak dan adek, mereka minta dibawa keluar area. Kami lanjut ke area air terjun dengan kereta wisata. Adik kuat lho berjalan kaki kesana, hebat yaaa;- )

Kami pulang sekitar jam 3 dari sana. Kami sempetkan mampir makan dirumah makan sunda didaerah gadog...
Acara baptisan adek Toni:-)
Tanggal 6 Desember 2009, adek Christopher Toni dibaptis oleh Romo Tari MSF. Selama misa, kakak dan adik tidak bisa diem, kesana kemarin dan pinginnya ikutan ayahnya yang kebetulan diminta jadi wali baptis adek Toni.
Minggu, 03 Januari 2010
Cara Memukul Anak yang Dibolehkan
Orangtua disarankan tidak mendidik anak dengan cara kekerasan fisik karena mental dan fisiknya masih lemah yang bisa berakibat buruk. Anak-anak harus dilindungi bagaimana pun susahnya dia didik. Jika diberi tahu lewat kata-kata saja tidak cukup, ada cara yang dibolehkan untuk memukulnya tapi bukan sembarang memukul.
Dalam Children's Act 2004 ada batasan-batasan yang diperjelas bagi orangtua jika ingin memukul anaknya, yaitu tidak boleh menimbulkan bekas atau luka, tidak memukul dengan keras dan tidak boleh menyebabkan masalah kesehatan mental dalam jangka waktu panjang.
"Orangtua tidak boleh memukul anaknya dengan sembarangan apalagi jika menggunakan alat," ujar Marjorie Gunnoe, seorang profesor psikologi di Calvin College, Grand Rapids, Michigan, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (4/1/2010).
Bagaimana memukul yang diperbolehkan? Gunnoe menjelaskan sebuah tepukan ringan seringkali menjadi cara paling efektif untuk mengajarkannya agar tidak melakukan sesuatu yang berbahaya atau merugikan orang lain. Pukulan ringan itu pun hanya berlaku sampai usianya 6 tahun.
Berdasarkan hasil penelitiannya, anak yang dipukul hingga usia 6 tahun memiliki sifat positif yang lebih baik diantaranya dalam hal akademis dan optimisme, dan tidak memiliki sifat negatif yang buruk. Tapi anak yang masih sering dipukul hingga usia 11 tahun memiliki sifat negatif seperti terlibat dalam perkelahian.
Penelitian itu juga menunjukkan anak yang dipukul ringan oleh orangtuanya hingga usia 6 tahun akan memiliki prestasi sekolah yang lebih baik dan lebih optimis. Anak-anak ini nantinya akan lebih bersemangat dalam hal belajar, mengejar cita-citanya untuk masuk universitas terkemuka serta membantunya lebih optimis dalam hal meraih mimpinya dibandingkan dengan anak yang tidak pernah dipukul sama sekali oleh orangtuanya.
Penelitian ini melibatkan 179 remaja yang ditanya mengenai seberapa sering mereka dipukul saat masih anak-anak dan pada usia berapa terakhir kali orangtua memukulnya. Jawaban yang didapat dibandingkan dengan perilakunya termasuk kelakuan negatif seperti anti sosial, aktivitas seksual yang lebih dini, kekerasan, depresi serta kelakuan positif lainnya.
Hal yang boleh dilakukan oleh orangtua adalah hanya melakukan tepukan ringan, sementara jika lebih dari itu sudah termasuk dalam kekerasan dan merupakan cara mendidik anak yang salah.
Cara mendidik dengan memberikan tepukan ringan jika anak melakukan kesalahan sebaiknya juga diiringi dengan kata-kata positif agar anak tahu apa kesalahannya.
Jika tepukan ringan tersebut dilakukan dengan bijaksana dan penuh kasih sayang, maka anak akan lebih mengerti dan juga membantunya untuk berprestasi disekolah serta lebih optimis.
Tapi orangtua tidak boleh memukul anak di daerah wajah atau dengan menggunakan alat, karena bisa mengembangkan masalah-masalah perilaku atau mental seperti menjadi agresif
Dalam Children's Act 2004 ada batasan-batasan yang diperjelas bagi orangtua jika ingin memukul anaknya, yaitu tidak boleh menimbulkan bekas atau luka, tidak memukul dengan keras dan tidak boleh menyebabkan masalah kesehatan mental dalam jangka waktu panjang.
"Orangtua tidak boleh memukul anaknya dengan sembarangan apalagi jika menggunakan alat," ujar Marjorie Gunnoe, seorang profesor psikologi di Calvin College, Grand Rapids, Michigan, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (4/1/2010).
Bagaimana memukul yang diperbolehkan? Gunnoe menjelaskan sebuah tepukan ringan seringkali menjadi cara paling efektif untuk mengajarkannya agar tidak melakukan sesuatu yang berbahaya atau merugikan orang lain. Pukulan ringan itu pun hanya berlaku sampai usianya 6 tahun.
Berdasarkan hasil penelitiannya, anak yang dipukul hingga usia 6 tahun memiliki sifat positif yang lebih baik diantaranya dalam hal akademis dan optimisme, dan tidak memiliki sifat negatif yang buruk. Tapi anak yang masih sering dipukul hingga usia 11 tahun memiliki sifat negatif seperti terlibat dalam perkelahian.
Penelitian itu juga menunjukkan anak yang dipukul ringan oleh orangtuanya hingga usia 6 tahun akan memiliki prestasi sekolah yang lebih baik dan lebih optimis. Anak-anak ini nantinya akan lebih bersemangat dalam hal belajar, mengejar cita-citanya untuk masuk universitas terkemuka serta membantunya lebih optimis dalam hal meraih mimpinya dibandingkan dengan anak yang tidak pernah dipukul sama sekali oleh orangtuanya.
Penelitian ini melibatkan 179 remaja yang ditanya mengenai seberapa sering mereka dipukul saat masih anak-anak dan pada usia berapa terakhir kali orangtua memukulnya. Jawaban yang didapat dibandingkan dengan perilakunya termasuk kelakuan negatif seperti anti sosial, aktivitas seksual yang lebih dini, kekerasan, depresi serta kelakuan positif lainnya.
Hal yang boleh dilakukan oleh orangtua adalah hanya melakukan tepukan ringan, sementara jika lebih dari itu sudah termasuk dalam kekerasan dan merupakan cara mendidik anak yang salah.
Cara mendidik dengan memberikan tepukan ringan jika anak melakukan kesalahan sebaiknya juga diiringi dengan kata-kata positif agar anak tahu apa kesalahannya.
Jika tepukan ringan tersebut dilakukan dengan bijaksana dan penuh kasih sayang, maka anak akan lebih mengerti dan juga membantunya untuk berprestasi disekolah serta lebih optimis.
Tapi orangtua tidak boleh memukul anak di daerah wajah atau dengan menggunakan alat, karena bisa mengembangkan masalah-masalah perilaku atau mental seperti menjadi agresif
Selasa, 22 Desember 2009
Luka Bakar Jangan Diolesi Odol atau Minyak
Luka bakar bisa terjadi dimana saja mulai dari terciprat minyak goreng hingga tersiram air panas. Banyak yang memakai odol atau minyak untuk mengobatinya tapi ternyata cara itu salah. Bagaimana cara mengatasi luka bakar yang benar?Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan.Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol, margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu bukanlah pilihan yang benar."Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya," ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer Medic One dalam acara Live Saver CPR Competency di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa(22/12/2009).Elsya menambahkan saat terjadi luka bakar maka jaringan kulit akan rusak, pengobatan yang paling baik adalah cukup dialirkan dengan air saja."Jika diolesi dengan odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa menghambat petugas medis untuk mengobati," tambahnya.Bila luka bakar yang dihasilkan kecil misal hanya terciprat minyak goreng, maka setelah luka dibersihkan bisa diolesi dengan salep bakar disekitar kulit yang terbakar. Tapi jika lukanya besar misal tersiram air panas maka setelah dibersihkan harus dibawa kerumah sakit.Sekali lagi, jika terjadi luka bakar hindari menggunakan odol atau margarin. Tapi cukup bersihkan dengan air mengalir saja.
Pertolongan Pertama Jika Bayi Pingsan
Siapa pun pasti panik jika menemukan bayinya tidak sadarkan diri (pingsan) dan napasnya berhenti. Tapi orangtua atau siapapun yang dekat dengannya bisa memberikan pertolongan pertama CPR (cardiopulmonary resuscitation).Tubuh bayi tidak sama dengan tubuh orang dewasa, karena anak bayi tulangnya masih sangat rentan dan diperlukan trik-trik khusus untuk bisa membantunya bernapas kembali atau sadar tanpa mencederainya."Dalam memberikan CPR untuk bayi tidak menggunakan dua tangan tapi cukup 2 jari saja, yaitu bisa jari telunjuk dengan tengah, jari tengah dan jari manis atau jempol saja," ujar EMT Anwar Buchari, Manager Operation dari Medic One, dalam acara Life Saver CPR Competency, di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa (22/12/2009).Anwar memberikan tahapan pertolongan pertama untuk bayi, sebagai berikut:1. Cek keamanan dan kesehatan (Danger)Pastikan orang tua meletakkan bayinya di tempat yang datar dan jangan di kasur. Lalu perhatikan bahwa daerah sekitarya aman dari bahaya.2. Cek respons dari si bayi (Response)Untuk mengetahui apakah bayi tersebut masih sadar atau tidak, bisa dengan mengelitik atau mengusap telapak tangan dan kakinya. Jika bayi masih sadar, maka secara otomatis bayi akan memberikan respons."Karena bayi yang aktif akan menggerakkan kedua anggota badan tersebut," ujar laki-laki berkacamata ini.3. Buka jalur pernapasan (Airway)Untuk membantu membukan jalur pernapasan si bayi, cukup dengan cara menarik sedikit dahi bayi ke belakang tanpa perlu menarik dagunya.4. Berikan napas buatan (Breath)Pada bayi, napas buatan yang diberikan cukup dengan dua kali tiupan saja dan tidak perlu menutup hidung si bayi. Orangtua cukup menutup mulut dan hidung bayi sekaligus dengan mulutnya, karena jarak antara mulut dan hidung pada saat bayi masih dekat.5. Berikan tekanan (Compressions)Dalam memberikan tekanan cukup menggunakan dua jari saja dan diletakkan pada posisi satu jari di bawah garis puting. Tekanan yang diberikan cukup satu pertiga dari kedalaman dada dan dilakukan sebanyak 30 kali.Lakukan dua kali napas buatan dan 30 kali tekanan (2:30) secara berulang sebanyak 5 set atau selama 2 menit. Setelah itu periksa kembali apakah bayi sudah bisa bernapas lagi atau belum dengan mengecek jalur pernapasannya."Jika sudah bernapas normal maka letakkan pada recovery position, yaitu gendong bayi dengan posisi mendatar lurus atau dimiringkan pada tempat yang datar," ujar paramedis berusia 30 tahun ini.Meskipun si bayi sudah bisa bernapas normal kembali dengan bantuan CPR, orangtua sebaiknya tetap membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut
Punya Sifat Keibuan Bikin Otak Lebih Cerdas
Beruntunglah bagi mereka yang punya sifat keibuan. Meski belum menjadi ibu, wanita yang punya sifat lemah lembut dan penyayang layaknya seorang ibu bisa menghasilkan sel-sel saraf baru di otaknya yang mungkin akan membuatnya lebih cerdas. Demikian hasil studi para peneliti.Setidaknya itulah hasil studi yang diiungkapkan oleh peneliti dari Tufts University's Cummings School of Veterinary Medicine, London. Meski studi ini baru dilakukan pada tikus, namun otak tikus yang dianalogikan sebagai otak manusia itu terbukti mengalami pertumbuhan sel-sel baru ketika melakukan aktivitas seorang ibu.Dalam studinya, tikus yang belum pernah melahirkan diberi seekor hewan peliharaan untuk membangkitkan rasa keibuannya. Tikus-tikus itu dirangsang untuk bisa berperilaku seperti seorang ibu diantaranya melindungi piaraan menggunakan tubuhnya hingga mengantarnya tidur di sarangnya. Dari hasil scan otak tikus selama studi berlangsung, terjadi peningkatan jumlah sel-sel saraf di otak tikus.Studi sebelumnya pernah menyebutkan bahwa hewan pengerat yang sedang menyusui (laktasi) mengalami peningkatan formasi sel saraf pada otaknya. Namun studi ini adalah studi pertama yang menunjukkan manfaat sifat keibuan pada makhluk hidup yang belum memiliki anak.Peneliti memfokuskan penelitian pada bagian otak subventricular, yaitu bagian otak yang memproduksi sel-sel yang berhubungan dengan pengenalan bau dan sifat-sifat keibuan. Tikus betina dewasa yang bersikap keibuan dilaporkan lebih banyak memiliki sel-sel saraf pada bagian otak tersebut daripada tikus yang tidak pernah berhubungan dengan anak-anak.Meski demikian peneliti masih belum tahu penyebab peningkatan produksi sel-sel otak pada tikus. Namun peneliti menduga hal itu disebabkan oleh hormon prolaktin yang menstimulasi perilaku keibuan dan pembentukan formasi sel saraf di otak. Semakin sering berhubungan dengan anak-anak maka produksi sel saraf di otak akan semakin meningkat."Studi ini menunjukkan bahwa memiliki sifat keibuan adalah sebuah keuntungan dan anugerah. Terbukti dengan berperilaku seperti seorang ibu, sel-sel baru akan tumbuh pada otak dan bukan tidak mungkin akan membuat seseorang lebih cerdas. Beruntunglah mereka yang akan dan sudah menjadi seorang ibu," kata sang peneliti, Robert Bridges seperti dilansir dari Livescience, Selasa (22/12/2009).Studi ini dipublikasikan dalam Journal Brain Research Bulletin dan didanai oleh National Institutes of Health grant.
Selasa, 01 Desember 2009
Ke dufan, yukkkss!

Awalnya rencana ibu pingin mengajak kakak dan adik ke Taman Safari, gara-gara liat iklan Dufan diskon 50%, akhirnya ibu mengajak ayah dan tante pergi kesana dan ternyata lagi sedang ada tiket promo dufan dikantor tante yang berlaku s/d sabtu tanggal 14 November 2009. Ibu beli tiket 3 untuk ayah, ibu dan tante, kakak dan adik karna belum 100cm tingginya, maka belum kena biaya masuk. Kami pergi bersama om Agus dkk.
Setelah persiapan beres, kami jalan dari rumah sekitar jam 10.30. semula ibu agak was-was juga karna pengalaman beberapa taun lalu sewaktu ada promo diskon seperti ini, kami harus antri berpuluh-puluh meter panjangnya untuk bisa mengikuti setiap wahana, hehehe...tapi untunglah semeskipun siang itu keliatan rame sekali, kami tidak perlu menunggu lama untuk wahana carrousel, bianglala, gajah bledug, perang bintang.
Sewaktu akan memasuki area dufan, kakak dan adik berjalan kaki, mereka keliatan senang sekali melihat situasi baru. Kakak dan adik pun ikutan dicap tangannya. Wahana yang pertama dinaikin carrousel alias komedi puter, hehehehe...kakak sampai minta naik lagi, begitu permainannya abis. Kami pun akhirnya ikutan naik lagi, untungnya wahana ini tidak terlalu rame...
Wahana kedua, bianglala. Kami agak mengantri panjang untuk mengikuti permainan ini selain itu pun harus rela berdempet-dempetan. Kakak dan adik pun dipangku selama permainan ini. Keliatan banget kakak tidak mau dipangku oleh ayah, dia tetep minta duduk dipinggir dengan pintu sampai-sampai kami terpaksa menaruh tas disitu sebagai penghalang.
Setelah itu, rencananya kami akan lanjut ke istana boneka, tapi karna menjelang makan siang sudah sekitar jam 12an lebih, kami putuskan untuk makan siang dulu. Pilihan jatuh ke McD. Sewaktu kami tiba disana, kami berbagi tugas, ibu mengantri dikasir sementara ayah dan tante bersama kakak adik mencari meja kosong. Mereka terpaksa menunggu salah satu meja sampai akhirnya pengunjung lainnya selesai makan. Sewaktu mendapat giliran dikasir pun, ibu harus menunggu kertas struk yang habis dan ayam yang masih digoreng. Kami diminta menunggu +/- 10 menit sampai ayam mateng.
Selanjutnya, kami ke wahana perang bintang. Kakak tertidur sewaktu kami berada dalam antrian. Kakak digendong oleh ayah, sementara adek dengan ibu. Adek masih mengikuti permainan ini sama selesai. Kami pun menunggu om Agus, tante Jeany, tante Tina dan tante Martha yang masih ada didalam wahana perang bintang sembari berteduh dibawah pohon. Adik masih mau makan dan minum susu lagi. Setelah Om Agus dkk selesai, tante Harni dll memutuskan untuk mengikuti arung jeram. Sesampainya disana, adek tidak boleh ikut masuk, akhirnya diputuskan ibu bersama adik dan ayah mengendong kakak menunggu diluar wahana. Tidak lama kemudian adik pun ikut tertidur setelah digendong ibu. Setelah tante dkk selesai, kami menuju ke wahana halilintar. Kembali lagi ibu dan ayah harus menunggu tante Harni dan tante Martha mengikuti permainan halilintar sembari menunggu kakak dan adik tertidur lelap.
Selanjutnya kami berpisah menuju ke car crashed (boom-boom car), ternyata lagi adek dan kakak tidak bisa ikutan naek karna tingginya harus 110 cm. Tidak jauh dari wahana tersebut, ada wahana gajah bledug akhirnya kita naek itu. Kakak dan adik seneng banget, mereka naek 2x. Setelah itu lanjut ke rumah miring atau rumah kaca ya, hehehe…
Kami putuskan untuk pulang, sekitar jam 5.30 setelah kami nonton parade keliatannya kakak takut melihat para pemainnya. Kami masih menunggu karna Om Agus dkk yang sedang mengikuti wahana kora-kora. Kami tiba dirumah sekitar jam 7 kurang, setelah mandi kakak dan adik kemudian makan malam setelah itu mereka tidur.
Kakak tidur digendongan ayah…
Sudah hampir 3 minggu ini, ada kebiasaan baru kakak yang bikin ibu rada trenyuh, hehehe…biasanya rutinitas menjelang tidur adalah, kakak dan adek dilap badannya dengan air bersih (persisnya disiram pelan, hehehe), setelah itu mereka dilap baru dipakekan baju tidur. Lanjut dengan ritual doa bersama dan salam damai (terkadang pun tahapan ini terlewatkan kalau salah satu dari mereka sudah menangis, sehingga ibu/ayahnya mendoakan mereka:-)).
Kontestan pertama yang dikeloni ibu biasanya kakak, karna pertimbangannya kakak cepet tidur setelah dinenenin ibu, sementara adik bersama ayah dulu. Tapi ini lain, kakak setelah ibu nenenin tuh tidak langsung tidur, melainkan bergegas bangun dan bilang kakak belum mau tidur. Ibu bilang ke kakak, ya sudah kalo tidak mau tidur, panggil adek. Kakak buka pintu kamar, kemudian dia panggil adeknya “adek, adek bobok sama ibu”. Tidak lama kemudian adeknya pun masuk kamar. Setelah nenen pun, adik keliatannya belum mau tidur, tiba-tiba dia nyanyi sembari berjalan mengelilingi tempat tidur. Sementara ibunya berkata dengan jengkelnya, “ach biarin, ibu bobok duluan ya, ntar adek bobok sendiri”. Adik pun berusaha mendekati ibunya yang pura-pura tidur, sembari menciumi ibunya. Kalau sudah begitu, ibu buru-buru kelonin dia lagi, akhirnya adik bobok juga setelah nenen yang lama, hehehe…
Biasanya pada saat ibu keloni adek, baru ayah meninabobokan kakak dengan digendong. Ini pun hampir menjadi kebiasaan buat kakak, karna dia hanya nenen sebentar selebihnya dia minta digendong ayahnya. Prosesnya pun sampe kakak tertidur dalam gendongan ayah bisa sampai 30 menit lebih. Terkadang yang menjengkelkan ayah, pada saat dipastikan kakak telah tertidur, baru ayah menaruhnya ditempat tidur. Tapi tidak lama kemudian, kakakpun terbangun minta digendong lagi. Hal ini pun terjadi lagi saat kakak bangun tengah malam. Tiba-tiba kakak berdiri mendekati ayahnya yang tertidur dan minta digendong setelah itu dia minta keluar dari kamar, baru tertidur lagi sekitar 1 jam. Bangun tidur dipagi hari pun seperti itu. Kalau ayahnya tidak ada dikamar, kakak akan keluar dari kamar sembari teriak mencari ayahnya:-) hohohoho, anak ayah ya:-)
Kontestan pertama yang dikeloni ibu biasanya kakak, karna pertimbangannya kakak cepet tidur setelah dinenenin ibu, sementara adik bersama ayah dulu. Tapi ini lain, kakak setelah ibu nenenin tuh tidak langsung tidur, melainkan bergegas bangun dan bilang kakak belum mau tidur. Ibu bilang ke kakak, ya sudah kalo tidak mau tidur, panggil adek. Kakak buka pintu kamar, kemudian dia panggil adeknya “adek, adek bobok sama ibu”. Tidak lama kemudian adeknya pun masuk kamar. Setelah nenen pun, adik keliatannya belum mau tidur, tiba-tiba dia nyanyi sembari berjalan mengelilingi tempat tidur. Sementara ibunya berkata dengan jengkelnya, “ach biarin, ibu bobok duluan ya, ntar adek bobok sendiri”. Adik pun berusaha mendekati ibunya yang pura-pura tidur, sembari menciumi ibunya. Kalau sudah begitu, ibu buru-buru kelonin dia lagi, akhirnya adik bobok juga setelah nenen yang lama, hehehe…
Biasanya pada saat ibu keloni adek, baru ayah meninabobokan kakak dengan digendong. Ini pun hampir menjadi kebiasaan buat kakak, karna dia hanya nenen sebentar selebihnya dia minta digendong ayahnya. Prosesnya pun sampe kakak tertidur dalam gendongan ayah bisa sampai 30 menit lebih. Terkadang yang menjengkelkan ayah, pada saat dipastikan kakak telah tertidur, baru ayah menaruhnya ditempat tidur. Tapi tidak lama kemudian, kakakpun terbangun minta digendong lagi. Hal ini pun terjadi lagi saat kakak bangun tengah malam. Tiba-tiba kakak berdiri mendekati ayahnya yang tertidur dan minta digendong setelah itu dia minta keluar dari kamar, baru tertidur lagi sekitar 1 jam. Bangun tidur dipagi hari pun seperti itu. Kalau ayahnya tidak ada dikamar, kakak akan keluar dari kamar sembari teriak mencari ayahnya:-) hohohoho, anak ayah ya:-)
Selasa, 27 Oktober 2009
Kakak dan adik nyaris hilang…
Kejadiannya tanggal 26 September 2009, pagi harinya eyang uti bersama tante harni pergi kepasar, kakak dan adikpun ikut serta bersama mereka. Ibu juga bingung kenapa yah mereka begitu senangnya kalo ada yang mau ke pasar, pasti mereka pingin ikut. Bagusnya sih, selama dipasar, mereka anteng-anteng aja belum minta ini itu kecuali naik odong-odong ya, hehehe...
Pagi itu di pasar, eyang dan tante ke los sayuran dari los ayam tapi karna kakak bilang kakinya ada semut, akhirnya tante dan kakak berhenti untuk mengecek sándal dan kaki kakak sementara adik jalan duluan lurus menuju ke los ikan. Setelah selesai belanja, eyang baru menyadari adik tidak bersama mereka. Akhirnya tante mencari-cari adik, beruntung akhirnya adik ditemukan deket los ikan.
Sore harinya, ayah, ibu, tante beserta adik dan kakak pergi ke Mall of Indonesia sekitar jam 5. Ibu pingin kasih liat aneka permainan yang ada disana ke kakak dan adik. Duh mereka senang banget begitu liat permainan, tapi kok hanya senang melihat ya, hehehe…mo main apa aja pasti antre, akhirnya diputuskan hanya melihat saja, lha wong melihat aja mereka sudah senang banget:-)
Setelah itu, kami lanjut makan di bakmi GM MOI, lanjut ke C4. Sewaktu akan masuk C4, ibu mengendong adik, sementara kakak digandeng ayah, tante membawa tas baby. Tante sudah ribut dengan ayahnya mau menitipkan barang ke tempat penitipan tidak jauh dari kami turun escalator. Setelah didepan pintu masuk C4, baru ibu ngeh kakak tidak ada. Untunglah kakak masih terlihat oleh kami, kalau dia berdiri tidak jauh dari escalator turun. Dia keliatannya bingung dan ada pasangan yang mulai menunjuk ke dia, mungkin karna melihat dia sendirian tapi karna kami berteriak akan-akan dihutan akhirnya pasangan tsb berlalu. Duh sewaktu menyadari kakak hilang, ibu rasanya campur-campur, mau marah, sedih, kesal, tapi beruntunglah kakak masih dalam lindungan-Nya. Sekitar jam 8 baru, kami pulang ke rumah. Kakak dan adik keliatannya sudah capek banget, bener saja tidak lama mobil melaju, mereka mulai terlelap tidur sampe dirumah.
Tuhan, terima kasih buat hari ini, semoga kejadian hari ini bener-benar menyadarkan kami untuk menjaga kakak dan adik lebih baik lagi. Biarlah Engkau selalu melindungi dan menjaga mereka disaat mata dan fisik kami lengah. Amien.
Pagi itu di pasar, eyang dan tante ke los sayuran dari los ayam tapi karna kakak bilang kakinya ada semut, akhirnya tante dan kakak berhenti untuk mengecek sándal dan kaki kakak sementara adik jalan duluan lurus menuju ke los ikan. Setelah selesai belanja, eyang baru menyadari adik tidak bersama mereka. Akhirnya tante mencari-cari adik, beruntung akhirnya adik ditemukan deket los ikan.
Sore harinya, ayah, ibu, tante beserta adik dan kakak pergi ke Mall of Indonesia sekitar jam 5. Ibu pingin kasih liat aneka permainan yang ada disana ke kakak dan adik. Duh mereka senang banget begitu liat permainan, tapi kok hanya senang melihat ya, hehehe…mo main apa aja pasti antre, akhirnya diputuskan hanya melihat saja, lha wong melihat aja mereka sudah senang banget:-)
Setelah itu, kami lanjut makan di bakmi GM MOI, lanjut ke C4. Sewaktu akan masuk C4, ibu mengendong adik, sementara kakak digandeng ayah, tante membawa tas baby. Tante sudah ribut dengan ayahnya mau menitipkan barang ke tempat penitipan tidak jauh dari kami turun escalator. Setelah didepan pintu masuk C4, baru ibu ngeh kakak tidak ada. Untunglah kakak masih terlihat oleh kami, kalau dia berdiri tidak jauh dari escalator turun. Dia keliatannya bingung dan ada pasangan yang mulai menunjuk ke dia, mungkin karna melihat dia sendirian tapi karna kami berteriak akan-akan dihutan akhirnya pasangan tsb berlalu. Duh sewaktu menyadari kakak hilang, ibu rasanya campur-campur, mau marah, sedih, kesal, tapi beruntunglah kakak masih dalam lindungan-Nya. Sekitar jam 8 baru, kami pulang ke rumah. Kakak dan adik keliatannya sudah capek banget, bener saja tidak lama mobil melaju, mereka mulai terlelap tidur sampe dirumah.
Tuhan, terima kasih buat hari ini, semoga kejadian hari ini bener-benar menyadarkan kami untuk menjaga kakak dan adik lebih baik lagi. Biarlah Engkau selalu melindungi dan menjaga mereka disaat mata dan fisik kami lengah. Amien.
Senin, 26 Oktober 2009
Asik, dapat salam tempel di hari lebaran…( lupa posting )
Lebaran tahun ini, kakak dan adik berkesempatan ikutan eyang, ayah, ibu dan tante keliling ke tetangga yang merayakan Idul Fitri. Duh senengnya mereka begitu diajak keluar rumah, karna dari pagi mereka hanya bisa ngintip dari balik jendela sewaktu para tetangga melakukan sholat Id didepan rumah… Mereka jalan sendiri ketika keluar dari rumah, kami biarkan mereka berjalan didepan. Pada saat ketemu tetangga, kami ajak mereka bersalam-salaman juga. Kejadian lucu terjadi sewaktu memasuki rumah mbah haji Supardi, dimana kami masuk ke dalam rumah dan mulai bersalam-salaman secara urut, mulai dari eyang haji, isterinya dan anaknya. Pada saat tiba giliran adek dan kakak bersalaman dengan tante Yani (yang juga memiliki saudara kembar), tiba-tiba anaknya eyang haji ini memberikan salam tempel ke adek dan kakak yang membuat mereka berdua kegirangan dan heboh, hehehe… Sampai-sampai begitu keluar rumah, mereka berlari kesenangan dengan tangan kanan dan kirinya penuh lembaran uang dua ribu…ibu dan tante Harni berusaha membujuk mereka agar uang yang mereka dapat disimpan dulu karna dengan pegang uang mereka tidak bisa bersalaman. Agak susah sih, tapi akhirnya mereka mau menyerahkan uangnya ke ibu setelah mereka tidak berhasil salaman dengan tetangga lain, hehehe…
Lucu deh, ternyata setelah rampung pun, sewaktu perjalanan mengikuti misa di gereja, mereka masih inget sama uang tsb gara-gara ibu mengeluarkan dari kantong setelah ibu hitungpun lumayan uang yang mereka dapat ada sekitar 28 ribu…Tidak lama kemudian mereka pun lupa akan uang itu, hehehe…uangnya ibu simpan ditas baby yang biasa dipakai untuk membawa keperluan mereka.
Lucu deh, ternyata setelah rampung pun, sewaktu perjalanan mengikuti misa di gereja, mereka masih inget sama uang tsb gara-gara ibu mengeluarkan dari kantong setelah ibu hitungpun lumayan uang yang mereka dapat ada sekitar 28 ribu…Tidak lama kemudian mereka pun lupa akan uang itu, hehehe…uangnya ibu simpan ditas baby yang biasa dipakai untuk membawa keperluan mereka.
Mo dengerin kakak dan adek nyanyi:-)
Mo dengerin kakak dan adek nyanyi:-)
Ambar dan Laras sekarang lagi seneng-senengnya nyanyi, lucu...kalo lagi diem tiba-tiba dia bernyanyi seperti orang sedang nge-rapp, hehehe... masih agak terpatah-patah, tapi akhirnya lancar sih sampai lagunya habis...
Kacih ibu, kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Ta hanyap kembali
Bagai sang surya menyinali dunia,
trusan diikuti lagu naek-naek ke puncak gunung, bintang kecil, satu-satu, sampai lagunya mbah Surip yang tak gendong kemana-mana, hehehe...
kalau ayahnya memperdengarkan musik ke merekapun, mereka ikutan bergoyang ria, begitu juga kalo liat acara ditv, pasti mereka ikut serta tanpa diminta:-)
Ambar dan Laras sekarang lagi seneng-senengnya nyanyi, lucu...kalo lagi diem tiba-tiba dia bernyanyi seperti orang sedang nge-rapp, hehehe... masih agak terpatah-patah, tapi akhirnya lancar sih sampai lagunya habis...
Kacih ibu, kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Ta hanyap kembali
Bagai sang surya menyinali dunia,
trusan diikuti lagu naek-naek ke puncak gunung, bintang kecil, satu-satu, sampai lagunya mbah Surip yang tak gendong kemana-mana, hehehe...
kalau ayahnya memperdengarkan musik ke merekapun, mereka ikutan bergoyang ria, begitu juga kalo liat acara ditv, pasti mereka ikut serta tanpa diminta:-)
Langganan:
Postingan (Atom)