Senin, 09 Juni 2008

Catatan Pertumbuhan kakak dan adik









Catatan kecil perkembangan mereka

Mungkin karna kakak lebih dominan ya dari dalam kandungan, sehingga dia baru menyadari kehadiran sodara kembarnya setelah bisa main bersama, hehehe

Saat mulai merangkak, adik jauh lebih lincah dan cepet, cuman memang sedikit agak ngeri kalo ngeliat adek ber-action secara badannya lebih kecil ya dibanding kakaknya…
Si kakak mulai mau mengesot (bukan merangkak, karna keberatan badan dan perut, sehingga posisi perutnya selalu nempel ke ubin, hehehe) saat dipancing dengan botol minuman atau mainannya, sepertinya mereka tuh gak keliatan capek ya!

Awalnya kakak diperkirakan akan tumbuh gigi pada saat umur 7-8 bulan, tante Mamiek depan rumah selalu komentar “ach sebentar lagi mo tumbuh gigi tuh” kalo dia liat si kakak mengeret mulutnya seakan gatel gusinya dan mulai mengigit sesuatu, cuman kok menjelang akhir bulan ke 10, gigi kakak mulai nonggol, gigi pertamanya ada disebelah kanan bawah. Cara kita minta dia memperlihatkan giginya pun dengan memancing dia, untuk mata genit, sayang kita gak pernah keburu untuk mengabadikannya dengan kamera. Lucu, ekspresinya tuh seperti ini, matanya mengedip sejenak cenderung jadi merem gitu dan mulutnya dibukanya lebar-lebar sehingga keliatan satu giginya yang mulai tumbuh. Adik pun memulai tumbuh gigi menjelang umur 11, posisi tumbuhnya sama dengan kakaknya…

Hawawawa…hawawawa…. Itu permainan yang mereka suka, caranya dengan menempelkan tangan ibu/ayah/tante (posisi tangan seperti menepuk), ke mulut mereka pada saat mereka suka teriak2 mereka menikmati banget permainan ini, hehehe…

Adik dan kakak paling peka kalo denger suara musik reggae, dan terakhir dangdut, hehehe…kalo kakak bisa tangannya ikutan menari dan tepuk tangan, sementara si adik tangannya ikutan tepuk tangan dan kepalanya ikutan bergoyang seperti joget india, hehehe… hasil training dari mbak Iyah, ya dik:-)

Kalo tepuk tangan, adik lebih kenceng dan bersuara dibanding si kakak…

Itu sekelumit catatan kecil mengenai perkembangan mereka…kami tidak bisa membandingkan mereka dengan anak-anak lain yang perkembangannya lebih cepet karna setiap anak adalah unik dan mereka pun lahir prematur…yang terpenting buat kami, mereka selalu sehat senantiasa…Terima kasih Tuhan buat berkat kesehatan yang berikan buat kami sekeluarga…

Minggu, 08 Juni 2008

Menyeberangi jembatan cinta:-)




Menyeberangi jembatan cinta:-)

Kebiasaan adik dan kakak kalo mo tidur pasti terjadi kehebohan, kami biasanya memisahkan mereka dengan guling ditengah untuk membatasi gerakan mereka.
Biasanya butuh 2 orang untuk menidurkan mereka, ibu dan eyang atau ibu dan ayah atau ibu dengan tante, intinya pasti harus ada ibunya buat menidurkan mereka, karna kebiasaan mereka menyusu sebelum tidur, hehehe. Karna gak bisa bersamaan, jadi salah satu mereka harus menunggu 'giliran' berikutnya. Kadang karna tidak sabar menunggu giliran, mereka suka mengintip sembari memanjat guling tsb. Terkadang juga kalo belum ngantuk atau sesudah bangun tidur, mereka suka saling menyapa dengan cara “memanjat” gulingnya itu. Terkadang menyapa saja tidak cukup, mereka suka saling menyeberangi guling tsb untuk bisa bersama dengan saudaranya. Seperti minggu malem kemaren, bagaimana sih kakak dengan nekatnya menyeberang ‘jembatan cinta’ untuk bertemu dengan adiknya, hehehe…kadang ibu dan ayah suka terbengong-bengong sama kelakuan mereka, apa gak sakit ya kalo tiba-tiba nyunsep gitu, tapi kami sih masih bisa tenang karna sehabis itu mereka masih bisa tertawa ceria…

Menemani Adik Vina Di Baptis



Inilah Foto bersama adik Vina yang dibaptis hari Minggu Tanggal 1 Juni 2008

Di Gereja Katholik Keluarga Kudus Rawamangun Oleh Romo Sariyanto MSF.

Adik dan kakak foto mengapit adik Vina.

Duh senengnya duduk sendiri....






























Duh senangnya mereka sudah bisa duduk sendiri dan makan sendiri hehe
Meskipun akhirnya bukan bubur tapi buat yang mereka pegang untuk menemani ayah, ibu tante dan yang lain2 nya makan hehe........sungguh sangat menikmati.

Cerita Pendek















Oke, aku akan mambantumu dik......hehehehehe( lihat expresinya )




Kak, tolongon aku bisa ndak ? aku pup nih.......bisa bersihin ndak ..... please ( Lihat wajah adik )

Itulah sekelumit cerita pendek yang bisa diceritakan karena kejadiannya yang begitu cepat,
sehingga perlu kecepatan tersendiri untuk mengambil gambarnya.
Seorang fotrografer pun mungkin belum bisa......hehehe ( tidak boleh sombong ya .. )

Rabu, 28 Mei 2008

Duduk Bersama


Foto ini diambil setelah pulang dari Gereja.

Celananya meskipun tidak kelihatan udah kayak anak gede Pakai Stoking hehehe

Waduh pinter bener.........udah bisa bergaya

Senin, 19 Mei 2008

Makan sambil duduk sendiri


















Aduh seneng nya kakak sama adik bisa makan dan duduk sendiri.
Mereka kalau makan menyenangkan, tapi kalau pagi agak susah........
Mungkin kalau mereka udah bisa berbicara hehehe....mbok saya dikasih roti saja hehehe
Itu kalau Ayah dan ibunya yang kasih makan, tapi kalau sama mbak dan eyangnya mereka
cepet makannya.
Nah ternyata jalan punya jalan, eh mbak nya bilang coba dikasih di stoler dudukin aja.......eh senengnya mereka dan makan pun jg jadi cepet dan lagi tidak capek pundaknya untuk gendong.

Untuk menu makan mereka masih menggunakan beras organik dan sayuran campuran antara brokoli, wortel, kaldu ayam kampung variasi kita beri mereka makanan.


Minggu, 18 Mei 2008

Promotion Baby


Waduh........tidak ada seleksi tidak ada interview si ambar dan laras jadi " Promotion Baby "

Lihat saja Fotonya hehehe sambil berpose mereka pagang botol " Konicare "


Si Ayah tidak tahu kalau kakak pegang Konicare pas difoto dan dilihat dan itu udah beberapa hari kok Ambar pegang Konicare, waduh berita bagus nih hehe ( kayak wartawan GOSIP saja ayahnya hehehe )


Angpaunya mana " Konicare " hehehehehee :-)

Senin, 21 April 2008

Berburu ayam kampung buat makan si kembar

Beberapa waktu yang lalu, si adik dan kakak sempet gak mau menyuap makanannya sama sekali, sampai ibunya bingung dibuatnya. Sempet browsing dan baca-baca resep masakan baru buat mereka, akhirnya ibu menemukan satu masukan untuk menambahkan air kaldu ayam dan daging ke dalam makanan mereka. Akhirnya pilihannya jatuh pada pemberian air kaldu ayam kampung ke makanan mereka. Sepulang dari kantor pas Selasa sore, tanggal 1 April 2008 ibu janjian sama ayah pergi ke pasar tradisional didaerah Klender, posisi kios penjualnya, ayah lebih paham karna sering nganterin eyang ke pasar ini. Setibanya disana, tempatnya sudah gelap dan hanya ada beberapa orang yang sedang nongkrong di warung kopi yang terletak diseberang kios ayam kampung hidup. Kami bertanya ke salah satu dari mereka, akhirnya muncullah seorang yang keliatannya penjual ayam kampung tersebut. Wah, kami datang tidak disaat yang tepat, sudah banyak penjual yang sudah pulang yang ada hanya satu orang saja. Dia tawarkan harga 75ribu untuk satu ayam kampung ukuran sedang, kami sempet kaget juga dengan harga yang ditawarkan. Karena informasi dari eyang, biasanya harganya sekitar 35-40rb kalo ukuran sedang. Akhirnya kami dapat satu ayam kampung dengan harga 45rb tapi belum dibersihkan bulunya.

Begitu sampai rumah, ayam tersebut buru-buru dibersihkan dan direbus oleh eyang dan mbak Iyah. Eyang menyisihkan ceker dan ati ayam buat diolah sendiri untuk makanan adik dan kakak. Air kaldu yang didapat dari rebusan ayam lumayan bisa digunakan untuk 7 hari. Oleh eyang, air kaldu tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik kecil-kecil sebanyak 7 kantong, kemudian dimasukkan ke dalam freezer. Pada saat akan memasak bubur beras merah dan putih, air kaldu tersebut dicampurkan sehingga bubur berasnya memang berasa lebih gurih meskipun tidak ada tambahan garam dan gulanya. Kok ya si kakak dan adik semangat lagi makannya, hehehe…ibu seneng deh, ternyata mereka tambah pinter ya dan tau kalo makanannya lebih enak dari sebelumnya:-)

Sekarang ibu punya kegiatan baru nih, belanja ke pasar dengan ayah, hehehe…karna biasanya belanja dan masak itu urusan si eyang:-) karna pasarnya masih tradisional, kalo ujan, becheck untung ada ayah yang siap nganterin jadi gak perlu tukang ojek, hehehe…tapi seru ternyata, bawa uang seberapa aja bisa abis lho abis kayanya semua pingin dibeli karna segar dan murah meskipun kadang kalo sampai rumah suka diomelin eyang entah karna harganya yang kemahalan, barangnya bukan seperti biasa yang eyang beli, gitu lah…tapi gak apa2, hati ibu tetep seneng aja tuh paling gak untuk 2-3 hari eyang adem ayem kan karna gak perlu pikirin belanja dan masak apa hari ini, hehehe…Untungnya, semua bisa menikmati ayam kampung yang dibeli, air kaldunya untuk adik dan kakak sementara ayam kampungnya dimakan rame-rame oleh semua orang dewasa dirumah, hehehe…

Si kembar ke Anyer ( Marbella )




Senengnya mereka pergi ke Pantai tepatnya di Anyer Hotel Marbella, waktu itu kita bersama sama dengan temen temen siemens MT. Haryono. Kecerian mereka nampak meskipun kita sampe Hotel jam 11.45 malam. Begitu sampe di kamar mereka seneng banget.


Nah pas dipantai mereka tambah seneng lagi meskipun angin pantai sangat kuat tapi kecerian mereka nampak, jaket topi harus mereka kenakan.


Inilah foto mereka hehehe..................


kakak dan Adik sudah 9 bulan


Senengnya melihat mereka sudah 9 bulan, terima kasih Tuhan, terima kasih.

Lincahnya mereka guling2 an kesana kesini dan celotehannya membuat riang setiap aktivitas mereka. Terutama kakak yang seneng mengoceh dan teriak teriak.......dan si adik sudah mulai juga ikut2 an kakaknya. Kalau meu tidur malam terutama si adik tidak mau diem tapi usek ( bahasa jawa red: sibuk sendiri ) kesana, kemari makanya dikasih pembatas biar tidak ganggu kakaknya yang di susui sama ibunya.

9 bulan membuat hati ayah dan ibunya merasa senang sekali. Semoga berkat dan kasihNya selalu menyertai kami selalu. AMIN

Minggu, 16 Maret 2008

Semangkok berdua


Setelah pulang dari misa pagi tanggal 3 Februari 2008, ibunya si kembar langsung turun ke dapur, hehehe…setelah mensterilkan semua perlengkapan makan buat kakak dan adek, barulah bubur tepung beras merah mulai dimasak. Karna masih awal, resepnya 1 sendok makan tepung dicampur dengan air aqua 250ml ditambah dengan daun salam, dimasak sampai agak kental setelah itu campur dengan asip, siap deh disuapkan ke kakak dan adek, hehehe…

Si kakak antusias sekali begitu disuapkan makanan ke mulutnya, baru masuk mulutnya langsung ditelan dan mulailah keluar suara, aem…aem…aem…
Sepertinya dia tidak sabar menunggu suapan selanjutnya, udah langsung teriak. Kalo adek, tidak seantusias kakaknya, dia masih merasa aneh begitu sendok bubur masuk ke mulutnya, agak diem beberapa saat seperti berpikir ini rasanya apa :-).

Setelah 3 hari makan bubur beras merah, akhirnya pas kamis, mereka makan bubur beras putih, kalo ini kebalikannya justru adek yang keliatan suka banget dengan tepung beras putih, dia lahap banget dan gak sabar nunggu suapan berikutnya… sementara si kakak gak seantusias makan pertamanya dengan bubur beras merah, lebih kalem gitu…

Kekuatiran baru muncul begitu mereka bisa menikmati makan pertamanya, mereka bisa pup gak ya ? eh ternyata bisa dan lancar pula, hehehe…Tetapi setelah frekuensi makannya ditambah menjadi 2x pagi dan sore, serta 1x camilan buah-buahan/sayuran pada siang hari, justru masalah muncul, mereka sempet tidak pup selama 1-2 hari. Kakak dan adek sempet uring-uringan, tapi untunglah pas hari ketiga akhirnya mereka bisa pup…awalnya kakak dulu di pagi hari, ayahnya bilang pasti gak lama lagi adek bakalan pup, eh ternyata bener pas sore hari kata neneknya akhirnya adek pup, aduuuhhhh leganya hati ibu dan ayah, hehehe:-)

ini foto mereka waktu makan pertama kali, sekarang mereka udah tau kalo ibu atau neneknya pegang mangkok makan mereka yang berwarna putih, kalo abis mandi pagi, langsung dipangku ayah dan om Agus, langsung deh mereka teriak-teriak minta disuapin, hehehe….heboh deh! Kalo abis makanannya pun, mereka masih jejeritan, hehehe…karna tujuannya mengenalkan makan ke mereka, ibunya tidak berani menambah porsi makan mereka dulu, “sabar dulu ya anak, semangkok berdua dulu ya…:-)”

Selasa, 08 Januari 2008

Udah Bisa Mainan






Suara Kereta Api " Jes Jes Jes........Kuk....Kuk.....Hu Jes jes...." Itulah bunyi suara kereta kalau Ambar dan Laras mainan.

Mereka sudah bisa diajak mainan dan merasa senang, untuk mengabadikannya pun tidak terlalu sulit karena mereka khususnya Laras bisa ber acting Ambar bisa tapi sedikit sekali.

Itulah foto mereka ketika mereka bermain.....Kuk Hujes Hujes....Naik Kereta Api tut.. tut.. tut

Minggu, 16 Desember 2007

Santa Claus is Coming


Perayaan Natal sebentar lagi tiba.........ada lagunya " NATAL TELAH TIBA...NATAL TELAH TIBA....dst

Buat keluarga pada khususnya dan buat khalayak semua, Natal sangat berarti karena kita dapat berbagi kasih satu dengan yang lain.

Natal tahun ini adalah moment terindah buat kami sekeluarga karna kami merayakannya untuk pertama kalinya bersama-sama anak-anak kami. Pasti penuh suka cita ya, entah kegenitan dari orang tuanya atau tantenya, anak-anak kami pakekan topi Santa Claus hehe....

Dengan cantiknya mereka kami bawa ke gereja untuk misa pagi pertama di hari minggu yang mendung dengan memakai topi santa claus, banyak yang berkomentar lucu, cantik, cakep dst,hehehe

Semoga Kasih Natal membawa kebahagian dalam diri kita dan kedamaian buat semua umat manusia di dunia. SELAMAT NATAL 2007 dan SELAMAT TAHUN BARU 2008

God Bless us….

Kamis, 13 Desember 2007

Kenangan Ambar & Laras di PNK " Bunda "






Karena mereka lahir prematur maka Anak kembar kami ambar dan laras dimasukan didalam ruangan PNK(Perawatan Neonatal Khusus) atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit) di RS Bunda Jakarta. Ambar (kayak, agak besar badannya) berada dalam ruangan NICU selama 20 hari dengan berat lahir 1.760 kg, sementara si Laras (adik, agak kecil ) hampir 34 hari. Maksimal berat yang direkomendasikan oleh Dr untuk dibawa pulang adalah 1.8 Kg, pada saat pulang mereka sudah 1.9an kg. Selama berada di ruangan NICU hampir setiap hari kami menengok dan mengantar ASI buat mereka berdua. Berangkat Kerja mampir ke RS Bunda, untuk mengedrop isteri dan siang hari sekitar jam 12 ke RS lagi untuk mengantar isteri pulang. Terkadang kalo stok asi kurang, begitu pulang kerja sampai rumah mengantar lagi susu ASI ke RS. Kami lakukan agar mereka sehat dan cepat berkumpul dengan kami. Setiap kunjungan kami resana, mereka hanya bisa kami sentuh dan sebelum pulang kami berdua selalu berdoa agar mereka sehat, tumbuh dengan baik dan diberkati Tuhan selalu. Hampir setiap hari 2 – 3 kali kami ke RS sehingga terjalin hubungan yang baik antara kami dengan dokter Risma, suster Yenny, Novi, Yani, Linda dan semuanya yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

Terima kasih Tuhan kalau Engkau perbolehkan dan kuatkan kami untuk melaluinya. Terima kasih juga buat bantuan dan dukungan yang diberikan sahabat-sahabat sejati kami.

Foto mereka kami sertakan untuk memberikan kenangan buat kami dan temen2 semua.


Minggu, 28 Oktober 2007

Kalo si kembar botak…:-)


Setelah ditunda-tunda beberapa kali, akhirnya Sabtu siang tgl 27 Oktober 2007 sekitar jam 1an, si kakak dan adek dicucur rambutnya oleh tukang cukur sebelah rumah yang kita panggil ke rumah. Si adek dicukur pertama kali karna dia yang lagi main pada saat itu sementara si kakak masih bobo. Proses pencukuran rambut si adek berjalan lancar karna adek anteng digendongan ayah. Begitu proses pecukuran rambut si adek hampir selesai, si kakak yang masih terlelap diangkat dari tempat tidur. Tapi akhirnya si kakak terbangun. Waduuuuhhhh, untungnya si bapaknya sabar ya orangnya, habis si kakak aktif banget, sampai-sampai butuh beberapa orang untuk memegangi si kakak biar gak banyak gerak. Nah akhirnya selesai juga, si kembar udah dicukur bersih ternyata memang ada kotoran yang masih nempel dikepala mereka, padahal mereka hampir dikeramasi setiap hari. Setelah itu, mereka berdua dimandiin deh biar bersih dari potongan rambut yang jatuh dan membersihkan kotoran yang nempel di kepala mereka. Nih liat tampang mereka setelah dicukur, hehehe…maaf nyusul ya.....( besok )

Minggu, 07 Oktober 2007

Ambar & Laras Sudah Baptis

Tanggal 07 Oktober 2007 Jam 10.00 Wib di Gereja Katholik Keluarga Kudus Rawamangun anak kami Ambar dan Laras telah diBaptis oleh Romo Sulis....
Dengan berkat yang kami rasakan saat ini tentunya ucapakan syukur salalu kami pajatkan kepada Tuhan Yesus Kristus.
Dengan baju warna putih dan bando warna putih mereka kelihatan cantik, dengan kondisi suhu udara yang panas mereka tidak rewel upacara berjalan dengan lancar, berkat pun di terimakan kepada Ambar dan Laras dan seluruh anak yang dibaptis pada hari itu.
Pembekalan diberikan kepada anak kami berupa Rosario warna putih.
Dokumentasi bisa dilhat di blog ini juga " Koleksi Foto "
Terima kasih Tuhan atas berkatMu yang indah ini. AMIN

Senin, 01 Oktober 2007

Usia 3 bulan Ambar dan Laras

Pada usia 3 bulan ini Ambar dan Laras boleh tampil beda hehehe....

Pada Usia 3 bulan ini Amabr sudah mencapai berat badan 3.9 kg dan Laras 3.2 Kg, mungkin ketika saya tulis ini berat badannya Ambar sudah mencapai 4.2 kg dan Laras 3.6 kg karena setiap gendong udah terasa pegal kalau lama.

Foto ini diambil setelah pulang dari Gereja, jadi momentnya harus diambil hehehe

Terima kasih Tuhan Usia Ambar dan Laras sudah 3 bulan semoga kasihMu selalu baru tiap pagi buat mereka dan buat kita semua. AMIN

Selasa, 04 September 2007

Pengalaman Menjaga.

Biasanya malam adalah untuk istirahat setelah seharian kita bekerja setelah kita melakukan segala aktifitas siang harinya. Tentunya istirahat yang sangat dibutuhkan oleh Badan ketika hari baru muncul dalam kehidupan kita.
Setelah Hadirnya si Ambar dan Laras tidur malam yang dulu kita lakukan secara rutin sekarang berubah, siang hari kita kerja, malam hari kita melakukan tugas untuk menjaga mereka.
Keinginan agar Ambar dan Laras dapat terjaga dengan baik itulah tujuan dan cita2 kita berdua, sehingga management keluarga sangat menentukan. Maka kita bertugas secara bergantian.
Aduh reportnya kalau Ambar & Laras nangis hehehehe......tapi untungnya semua bisa terkendali meskipun rasa kantuk yang tinggi kadang DOT yang kita tempelin ke mulut Ambar 0r Laras bisa lepas nempel di leher mereka hehehehe.
Ada cerita suatu malam rasa kantuk yang saya alami sangat tinggi, kebiasaan dari mereka sudah bisa dikenali antara Ambar dan Laras. Biasanya si Ambar itu kalau nangis sudah ketahuan kalau ndak Pipis, PUP atau haus. Setelah dikasih minum Ambar langsung diem dan bobok lagi. Nah kalau si Laras bilum bisa maunya apa tapi minimal antara PUP dan PIPIS sudah tapi kalau Haus belum bisa ditebak, jadi kalau udah dikasih susu masih nangis dan nangisnya kenceng..............sampe harus digendong dan agak lama baru diem. Jadi perlu interval agar si Laras bisa diem dan bobok lagi.
Nah...ketika itu posisi tidur juga sudah pasti antara Ambar dan Laras ( ada di box baby ) Ambar di Kanan dan Laras di Kiri. Mungkin sempet diganti posisi tidurnya jadi malam itu rasa kantuk nya sangat tinggi sekali nah menangislah si Ambar ( tapi dalam kondisi ngantuk si Laras yang ada dalam pandanganku). Tangisannya kenceng banget .....sampe bingung kenapa apa yang salah PUP tidak PIPIS sudah diganti tapi masih nangis terus untuk Susu kan saya sudah kasih tahu pasti akan nangis terus jadi tidak saya kasih Susu....ada apa dengan si Ambar lama sampe 1,5 jam Istri tidur waduh apa yah yang salah .......digendong pun sampe pegel kali yah yang gendong itu kayak di goyang - goyang tapi goyangan yang saya buat itu kayak goyangan untuk Ayah yang sedang marah sama anaknya yang tidak berhenti menangis hehehe........
Tadi saya cerita kalau Laras yang dikasih susu juga masih nangis dst....
Dan Pandangan sewaktu mengantuk adalah Laras, jadi benarlah anggapan saya kalau yang nangis itu si Laras Posisi tidur waktu saya angkat ternyata dirubah, jadi bener asumsi saya kalau itu si Laras ( soalnya ngantuk berat ).
Setelah 1.5 jam tersadarlah saya bahwa itu si Ambar yang cuman kasih susu pasti tidur dan Bener saya kasih susu habis minum tidur lah si Ambar....hehehehehehehe...capek deh................ketawa sendiri saya.
Ternyata pengalaman yang bernilai buat saya untuk lebih konsentrasi lagi hehe.
Terima kasih Tuhan saya bisa menjaga nya dengan baik..........AMIN

Pedekar Mabok Susu

Hehehehehe....kayak film kungfu yah.....Drunken Muster.
Panggilan ini tepatnya buat si Ambar ( besar ) dia seneng minum susu khususnya ASI dari Ibunya, kenapa dibilang Pendekar Mabuk Susu, karena setiap minum pasti banyak dan maunya digendong setelah selesai gantian buat si Laras ( Adiknya ) tapi si Ambar ini merasa setelah disendawain terus dibobokin sama kita terus kalau kita gendong si Laras dan kasih susu wajahnya yang merasa pengin lagi untuk digendong dan diberi susu kalau tidak nangis.
Dan adalaagi trik yang pasti dilakukan oleh Ambar untuk mendapatkan perhatian entah itu merengek, cegukan ( padahal udah di sendawain hehehehehe ) kalau dikasih mau lagi. Apalagi kalau udah nempel di Puting Ibunya waduh.........ndak mau lepas hehehe. Kadang kalau udah capek dia itu kayak teler wajahnya kayak film Drunken Muster nah pada saat itu Ibunya bilang Pendekar Mabuk Susu terus saya sahutin aja dengan lagu Film Drunken Muster " Tong Teng Tong Teng Tong ......................................hehe" Kita ketawa barengan.
Kalau si Laras anaknya pendiam tidak macem - macem hehe kalau udah dikasih susu yah sudah....tidur deh hehehehehe......begitu seterusnya.....tapi senyumnya kalau pada lihat sangat manis sekali hehehehe....