Kejadian lucu ini berulang kali terjadi, lucu deh, suka bikin ibu menahan ketawaan didepan kakak. Kakak tuh seringkali menyalahkan orang disekitar yang padahal berawal dari dia, contohnya dia kepleset karna tumpahan air minum yang dia cipratin eh tiba-tiba dia mengerundel dengan bilang,“kamu sih...“ menunjukkan kesalahan ke adek atau orang disekitarnya.
Ada kejadian lucu kemaren di gereja hari Minggu, tanggal 10 Januari 2010. Setelah misa selesai, kami berjalan ke sekretariat. Ayah sudah berjalan duluan, sementara adek dan tante menyusul dibelakangnya, paling belakang kakak bersama ibu. Ayah sedang disekretariat, sementara tante Harni dan adek Laras sedang meminta berkat untuk benda-benda rohani yang baru dibeli. Kakak tuh nyeleneh, dia minta berjalan diatas conblok yang dipasang berdiri sebagai pembatas antara jalan dan taman.
Setelah selesai melewati taman, tiba-tiba muncul anjing hitam dari arah depan deket adek dan tante. Ternyata responsenya kakak cukup bikin heboh, orang-orang disekitar tiba-tiba saja dia menjerit dan menangis dengan suara kencang serta minta gendong karna dia ketakutan dengan anjing hitam itu. Sementara response adek cukup membuat ibu was-was karna dia mau mengusap punggung anjing tersebut, ibu berusaha menghalangi dengan nahan tangan adek dengan lutut ibu.
Buru-buru kami menjauh dari tempat itu, kakak masih menangis kencang meskipun kami sudah berjalan jauh. Sewaktu ketemu dengan ayahnya, dia bilang adeknya yang nangis kencang gara-gara takut dengan anjing, hehehehehe...sementara ibu dan tante berusaha bilang kondisi sebenarnya ke ayah, kami semua tertawa dan geleng-geleng dengan sikap kakak yang manipulatif ini:-)
Selasa, 12 Januari 2010
Makan siang bersama di Tahun Baru
Awal tahun ini, kebetulan sekali Jumat pertama. Kami bersama-sama mengikuti misa pagi berikut Jumat pertama. Misa pagi ini dipimpin oleh Romo Walidi. Inti kotbah pagi itu ada membiarkan Tuhan yang menyempurnakan setiap rencana yang kita buat.
Setelah misa pagi, kami lanjut makan mie bangka didaerah Cipinang Jaya.
Kami pesen ke ibu hari ini, tidak perlu memasak karna rencananya kami akan makan siang bersama di Kelapa gading. Kami jalan makan siang sekitar jam 1 kurang. Kami rencananya makan di Seafood Wiro Sableng, Kelapa Gading. Acara ini sebagai ucapan syukur karna ibu sudah bekerja selama periode tertentu dikantor. Sayang, kakak dan adik tertidur sewaktu dalam perjalanan, hehehe tapi tetep ayah dan tante yang memangku mereka bergerilya dengan makanan tsb.
Setelah acara makan, kami lanjut ke Giant Rawamangun untuk hunting pampers promo tapi ternyata out of stock. Kami tiba dirumah sekitar jam 3an.
Setelah misa pagi, kami lanjut makan mie bangka didaerah Cipinang Jaya.
Kami pesen ke ibu hari ini, tidak perlu memasak karna rencananya kami akan makan siang bersama di Kelapa gading. Kami jalan makan siang sekitar jam 1 kurang. Kami rencananya makan di Seafood Wiro Sableng, Kelapa Gading. Acara ini sebagai ucapan syukur karna ibu sudah bekerja selama periode tertentu dikantor. Sayang, kakak dan adik tertidur sewaktu dalam perjalanan, hehehe tapi tetep ayah dan tante yang memangku mereka bergerilya dengan makanan tsb.
Setelah acara makan, kami lanjut ke Giant Rawamangun untuk hunting pampers promo tapi ternyata out of stock. Kami tiba dirumah sekitar jam 3an.
Nengok adek Natan menjelang tahun baru:-)
Pagi hari tanggal 31 ini, kami awalin dengan ikutan misa pagi untuk menutup tahun bersama kakak dan adek. Setelah itu, kami lanjutkan dengan mengunjungi rumah kami dijati makmur, bekasi.
Rencana mo nengok adek Natan tertunda mulu, akhirnya baru tanggal 31 Desember 2009 kami putuskan untuk nengok adek bayi yang baru lahir tanggal 8 Desember lalu. Rencana ini nyaris batal karna hujan deras disore hari, untunglah tidak lama kemudian hujan berhenti. Kami jalan sekitar jam 5.30.
Setiba disana, setelah salam-salaman dan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru, kami semua terlibat pembicaraan seru. Adek dan kakak pun dapat pinjeman mainan adek Tristan. Ibu dan eyang sempet mengendong adek Natan sementara tante Harni tidak diperbolehkan Ambar mengendong Natan, hehehe…
Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya kamipun tersadar kalo waktu sudah mulai bergeser ke jam 6.30an, kakak dan adek susah banget diajak pulang karna sudah menjajah mainan adek Tristan, maaf ya dik :-)
Kami akhirnya pulang sekitar jam 7 malem. Rencananya dilanjutkan dengan makan malam di Kelapa Gading tapi ternyata kami terjebak kemacetan di daerah Cipinang Muara sampai hampir 30 menit, hehehehe...akhirnya kami putuskan pulang ke rumah karna takut akan lebih macet lagi sepanjang perjalanan.
Rencana mo nengok adek Natan tertunda mulu, akhirnya baru tanggal 31 Desember 2009 kami putuskan untuk nengok adek bayi yang baru lahir tanggal 8 Desember lalu. Rencana ini nyaris batal karna hujan deras disore hari, untunglah tidak lama kemudian hujan berhenti. Kami jalan sekitar jam 5.30.
Setiba disana, setelah salam-salaman dan mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru, kami semua terlibat pembicaraan seru. Adek dan kakak pun dapat pinjeman mainan adek Tristan. Ibu dan eyang sempet mengendong adek Natan sementara tante Harni tidak diperbolehkan Ambar mengendong Natan, hehehe…
Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya kamipun tersadar kalo waktu sudah mulai bergeser ke jam 6.30an, kakak dan adek susah banget diajak pulang karna sudah menjajah mainan adek Tristan, maaf ya dik :-)
Kami akhirnya pulang sekitar jam 7 malem. Rencananya dilanjutkan dengan makan malam di Kelapa Gading tapi ternyata kami terjebak kemacetan di daerah Cipinang Muara sampai hampir 30 menit, hehehehe...akhirnya kami putuskan pulang ke rumah karna takut akan lebih macet lagi sepanjang perjalanan.
Taman Safari lagi: -)
Karna masih ada sisa tiket, akhirnya kami pergi lagi tanggal 27 Des 2009 bersama tante Ana dan om Rio. Rencana selalu tinggal rencana, pingin jalan jam 7 eh akhirnya jam 7.30 lebih. Lagi-lagi kena macet didaerah Gadog dan memang kali ini lalu lintas lebih rame:- ) Karna kakak muntah akhirnya kami cari lokasi untuk membersihkan muntahan kakak, tante Harni tidak mau melewatkan kesempatan dengan berbelanja, hehehe…
Disaat ibu dan ayah bersih-bersih kakak dan mobil, tante memborong nanas, talas, manggis dan wortel untuk pakan hewan di Taman Safari nantinya.
Pengunjung kali ini lebih melimpah ruah dibandingkan kunjungan kami sebelumnya. Mencari parkiran pun agak susah, kami baru dapat dideket lokasi Dolphin show. Begitu sampai dilokasi, kami langsung mengelar makan siang yang kami bawa dan makan bersama. Lagi asik makan, tiba-tiba hujan deras turun. Buru-buru kami bawa adek dan kakak masuk kedalam mobil, sementara makanan baru kami rapihkan. Setelah itu kami lanjutkan acara makan siang didalam mobil, hehehehe...
Selesai makan siang, kami berjalan ke area coboy show yang kebetulan tidak jauh dari lokasi parkir mobil. Kali ini kami bisa mengikuti acara sampai selesai. Kakak dan adikpun keliatan sudah tidak terlalu takut, mungkin karna kami nonton dilokasi paling atas ya:-)
Setelah acara selesai, kami kembali ke mobil. Selanjutnya kami nonton dolphin show. Karna sudah jam 3.30 akhirnya kami putuskan untuk pulang. Sepanjang jalan, hujan deras dan agak macet. Kami tiba di rumah sekitar jam 6.30 sore.
Disaat ibu dan ayah bersih-bersih kakak dan mobil, tante memborong nanas, talas, manggis dan wortel untuk pakan hewan di Taman Safari nantinya.
Pengunjung kali ini lebih melimpah ruah dibandingkan kunjungan kami sebelumnya. Mencari parkiran pun agak susah, kami baru dapat dideket lokasi Dolphin show. Begitu sampai dilokasi, kami langsung mengelar makan siang yang kami bawa dan makan bersama. Lagi asik makan, tiba-tiba hujan deras turun. Buru-buru kami bawa adek dan kakak masuk kedalam mobil, sementara makanan baru kami rapihkan. Setelah itu kami lanjutkan acara makan siang didalam mobil, hehehehe...
Selesai makan siang, kami berjalan ke area coboy show yang kebetulan tidak jauh dari lokasi parkir mobil. Kali ini kami bisa mengikuti acara sampai selesai. Kakak dan adikpun keliatan sudah tidak terlalu takut, mungkin karna kami nonton dilokasi paling atas ya:-)
Setelah acara selesai, kami kembali ke mobil. Selanjutnya kami nonton dolphin show. Karna sudah jam 3.30 akhirnya kami putuskan untuk pulang. Sepanjang jalan, hujan deras dan agak macet. Kami tiba di rumah sekitar jam 6.30 sore.
Ke Taman Safari

Mumpung dapat tiket murah masuk Taman Safari dari kantor tante Harni. Kami pergi ke sana sekitar tanggal 19 desember 2009. rencananya mau jalan pagi, tapi ternyata kami baru jalan sekitar jam 9an, tapi untunglah perjalanan tidak terlalu macet hanya pada saat berada di Gadog saja agak tersendat. Begitu mendekati Taman Safari, kakak dan adek malah tertidur. Tapi untunglah begitu memasuki lokasi, kakak dan adek antusias sekali melihat binatang di sana. Mereka teriak-teriak histeris, terutama pada saat binatang tersebut mendekati mobil kami. Sayangnya karna mereka tidur, kami tidak membeli wortel yang banyak dijual oleh pedagang menjelang pintu masuk ke taman safari.
Selama disana, kami keliling dengan kereta wisata, setelah membeli tiket seharga Rp. 15rb/ orang. Pada saat tiba di area coboy show kebetulan acara sedang berlangsung, akhirnya kami turun dan menontonnya. Tapi ternyata karna banyak kejutan yang bikin kaget kakak dan adek, mereka minta dibawa keluar area. Kami lanjut ke area air terjun dengan kereta wisata. Adik kuat lho berjalan kaki kesana, hebat yaaa;- )

Kami pulang sekitar jam 3 dari sana. Kami sempetkan mampir makan dirumah makan sunda didaerah gadog...
Acara baptisan adek Toni:-)
Tanggal 6 Desember 2009, adek Christopher Toni dibaptis oleh Romo Tari MSF. Selama misa, kakak dan adik tidak bisa diem, kesana kemarin dan pinginnya ikutan ayahnya yang kebetulan diminta jadi wali baptis adek Toni.
Minggu, 03 Januari 2010
Cara Memukul Anak yang Dibolehkan
Orangtua disarankan tidak mendidik anak dengan cara kekerasan fisik karena mental dan fisiknya masih lemah yang bisa berakibat buruk. Anak-anak harus dilindungi bagaimana pun susahnya dia didik. Jika diberi tahu lewat kata-kata saja tidak cukup, ada cara yang dibolehkan untuk memukulnya tapi bukan sembarang memukul.
Dalam Children's Act 2004 ada batasan-batasan yang diperjelas bagi orangtua jika ingin memukul anaknya, yaitu tidak boleh menimbulkan bekas atau luka, tidak memukul dengan keras dan tidak boleh menyebabkan masalah kesehatan mental dalam jangka waktu panjang.
"Orangtua tidak boleh memukul anaknya dengan sembarangan apalagi jika menggunakan alat," ujar Marjorie Gunnoe, seorang profesor psikologi di Calvin College, Grand Rapids, Michigan, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (4/1/2010).
Bagaimana memukul yang diperbolehkan? Gunnoe menjelaskan sebuah tepukan ringan seringkali menjadi cara paling efektif untuk mengajarkannya agar tidak melakukan sesuatu yang berbahaya atau merugikan orang lain. Pukulan ringan itu pun hanya berlaku sampai usianya 6 tahun.
Berdasarkan hasil penelitiannya, anak yang dipukul hingga usia 6 tahun memiliki sifat positif yang lebih baik diantaranya dalam hal akademis dan optimisme, dan tidak memiliki sifat negatif yang buruk. Tapi anak yang masih sering dipukul hingga usia 11 tahun memiliki sifat negatif seperti terlibat dalam perkelahian.
Penelitian itu juga menunjukkan anak yang dipukul ringan oleh orangtuanya hingga usia 6 tahun akan memiliki prestasi sekolah yang lebih baik dan lebih optimis. Anak-anak ini nantinya akan lebih bersemangat dalam hal belajar, mengejar cita-citanya untuk masuk universitas terkemuka serta membantunya lebih optimis dalam hal meraih mimpinya dibandingkan dengan anak yang tidak pernah dipukul sama sekali oleh orangtuanya.
Penelitian ini melibatkan 179 remaja yang ditanya mengenai seberapa sering mereka dipukul saat masih anak-anak dan pada usia berapa terakhir kali orangtua memukulnya. Jawaban yang didapat dibandingkan dengan perilakunya termasuk kelakuan negatif seperti anti sosial, aktivitas seksual yang lebih dini, kekerasan, depresi serta kelakuan positif lainnya.
Hal yang boleh dilakukan oleh orangtua adalah hanya melakukan tepukan ringan, sementara jika lebih dari itu sudah termasuk dalam kekerasan dan merupakan cara mendidik anak yang salah.
Cara mendidik dengan memberikan tepukan ringan jika anak melakukan kesalahan sebaiknya juga diiringi dengan kata-kata positif agar anak tahu apa kesalahannya.
Jika tepukan ringan tersebut dilakukan dengan bijaksana dan penuh kasih sayang, maka anak akan lebih mengerti dan juga membantunya untuk berprestasi disekolah serta lebih optimis.
Tapi orangtua tidak boleh memukul anak di daerah wajah atau dengan menggunakan alat, karena bisa mengembangkan masalah-masalah perilaku atau mental seperti menjadi agresif
Dalam Children's Act 2004 ada batasan-batasan yang diperjelas bagi orangtua jika ingin memukul anaknya, yaitu tidak boleh menimbulkan bekas atau luka, tidak memukul dengan keras dan tidak boleh menyebabkan masalah kesehatan mental dalam jangka waktu panjang.
"Orangtua tidak boleh memukul anaknya dengan sembarangan apalagi jika menggunakan alat," ujar Marjorie Gunnoe, seorang profesor psikologi di Calvin College, Grand Rapids, Michigan, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (4/1/2010).
Bagaimana memukul yang diperbolehkan? Gunnoe menjelaskan sebuah tepukan ringan seringkali menjadi cara paling efektif untuk mengajarkannya agar tidak melakukan sesuatu yang berbahaya atau merugikan orang lain. Pukulan ringan itu pun hanya berlaku sampai usianya 6 tahun.
Berdasarkan hasil penelitiannya, anak yang dipukul hingga usia 6 tahun memiliki sifat positif yang lebih baik diantaranya dalam hal akademis dan optimisme, dan tidak memiliki sifat negatif yang buruk. Tapi anak yang masih sering dipukul hingga usia 11 tahun memiliki sifat negatif seperti terlibat dalam perkelahian.
Penelitian itu juga menunjukkan anak yang dipukul ringan oleh orangtuanya hingga usia 6 tahun akan memiliki prestasi sekolah yang lebih baik dan lebih optimis. Anak-anak ini nantinya akan lebih bersemangat dalam hal belajar, mengejar cita-citanya untuk masuk universitas terkemuka serta membantunya lebih optimis dalam hal meraih mimpinya dibandingkan dengan anak yang tidak pernah dipukul sama sekali oleh orangtuanya.
Penelitian ini melibatkan 179 remaja yang ditanya mengenai seberapa sering mereka dipukul saat masih anak-anak dan pada usia berapa terakhir kali orangtua memukulnya. Jawaban yang didapat dibandingkan dengan perilakunya termasuk kelakuan negatif seperti anti sosial, aktivitas seksual yang lebih dini, kekerasan, depresi serta kelakuan positif lainnya.
Hal yang boleh dilakukan oleh orangtua adalah hanya melakukan tepukan ringan, sementara jika lebih dari itu sudah termasuk dalam kekerasan dan merupakan cara mendidik anak yang salah.
Cara mendidik dengan memberikan tepukan ringan jika anak melakukan kesalahan sebaiknya juga diiringi dengan kata-kata positif agar anak tahu apa kesalahannya.
Jika tepukan ringan tersebut dilakukan dengan bijaksana dan penuh kasih sayang, maka anak akan lebih mengerti dan juga membantunya untuk berprestasi disekolah serta lebih optimis.
Tapi orangtua tidak boleh memukul anak di daerah wajah atau dengan menggunakan alat, karena bisa mengembangkan masalah-masalah perilaku atau mental seperti menjadi agresif
Selasa, 22 Desember 2009
Luka Bakar Jangan Diolesi Odol atau Minyak
Luka bakar bisa terjadi dimana saja mulai dari terciprat minyak goreng hingga tersiram air panas. Banyak yang memakai odol atau minyak untuk mengobatinya tapi ternyata cara itu salah. Bagaimana cara mengatasi luka bakar yang benar?Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan.Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol, margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu bukanlah pilihan yang benar."Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya," ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer Medic One dalam acara Live Saver CPR Competency di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa(22/12/2009).Elsya menambahkan saat terjadi luka bakar maka jaringan kulit akan rusak, pengobatan yang paling baik adalah cukup dialirkan dengan air saja."Jika diolesi dengan odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa menghambat petugas medis untuk mengobati," tambahnya.Bila luka bakar yang dihasilkan kecil misal hanya terciprat minyak goreng, maka setelah luka dibersihkan bisa diolesi dengan salep bakar disekitar kulit yang terbakar. Tapi jika lukanya besar misal tersiram air panas maka setelah dibersihkan harus dibawa kerumah sakit.Sekali lagi, jika terjadi luka bakar hindari menggunakan odol atau margarin. Tapi cukup bersihkan dengan air mengalir saja.
Pertolongan Pertama Jika Bayi Pingsan
Siapa pun pasti panik jika menemukan bayinya tidak sadarkan diri (pingsan) dan napasnya berhenti. Tapi orangtua atau siapapun yang dekat dengannya bisa memberikan pertolongan pertama CPR (cardiopulmonary resuscitation).Tubuh bayi tidak sama dengan tubuh orang dewasa, karena anak bayi tulangnya masih sangat rentan dan diperlukan trik-trik khusus untuk bisa membantunya bernapas kembali atau sadar tanpa mencederainya."Dalam memberikan CPR untuk bayi tidak menggunakan dua tangan tapi cukup 2 jari saja, yaitu bisa jari telunjuk dengan tengah, jari tengah dan jari manis atau jempol saja," ujar EMT Anwar Buchari, Manager Operation dari Medic One, dalam acara Life Saver CPR Competency, di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa (22/12/2009).Anwar memberikan tahapan pertolongan pertama untuk bayi, sebagai berikut:1. Cek keamanan dan kesehatan (Danger)Pastikan orang tua meletakkan bayinya di tempat yang datar dan jangan di kasur. Lalu perhatikan bahwa daerah sekitarya aman dari bahaya.2. Cek respons dari si bayi (Response)Untuk mengetahui apakah bayi tersebut masih sadar atau tidak, bisa dengan mengelitik atau mengusap telapak tangan dan kakinya. Jika bayi masih sadar, maka secara otomatis bayi akan memberikan respons."Karena bayi yang aktif akan menggerakkan kedua anggota badan tersebut," ujar laki-laki berkacamata ini.3. Buka jalur pernapasan (Airway)Untuk membantu membukan jalur pernapasan si bayi, cukup dengan cara menarik sedikit dahi bayi ke belakang tanpa perlu menarik dagunya.4. Berikan napas buatan (Breath)Pada bayi, napas buatan yang diberikan cukup dengan dua kali tiupan saja dan tidak perlu menutup hidung si bayi. Orangtua cukup menutup mulut dan hidung bayi sekaligus dengan mulutnya, karena jarak antara mulut dan hidung pada saat bayi masih dekat.5. Berikan tekanan (Compressions)Dalam memberikan tekanan cukup menggunakan dua jari saja dan diletakkan pada posisi satu jari di bawah garis puting. Tekanan yang diberikan cukup satu pertiga dari kedalaman dada dan dilakukan sebanyak 30 kali.Lakukan dua kali napas buatan dan 30 kali tekanan (2:30) secara berulang sebanyak 5 set atau selama 2 menit. Setelah itu periksa kembali apakah bayi sudah bisa bernapas lagi atau belum dengan mengecek jalur pernapasannya."Jika sudah bernapas normal maka letakkan pada recovery position, yaitu gendong bayi dengan posisi mendatar lurus atau dimiringkan pada tempat yang datar," ujar paramedis berusia 30 tahun ini.Meskipun si bayi sudah bisa bernapas normal kembali dengan bantuan CPR, orangtua sebaiknya tetap membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut
Punya Sifat Keibuan Bikin Otak Lebih Cerdas
Beruntunglah bagi mereka yang punya sifat keibuan. Meski belum menjadi ibu, wanita yang punya sifat lemah lembut dan penyayang layaknya seorang ibu bisa menghasilkan sel-sel saraf baru di otaknya yang mungkin akan membuatnya lebih cerdas. Demikian hasil studi para peneliti.Setidaknya itulah hasil studi yang diiungkapkan oleh peneliti dari Tufts University's Cummings School of Veterinary Medicine, London. Meski studi ini baru dilakukan pada tikus, namun otak tikus yang dianalogikan sebagai otak manusia itu terbukti mengalami pertumbuhan sel-sel baru ketika melakukan aktivitas seorang ibu.Dalam studinya, tikus yang belum pernah melahirkan diberi seekor hewan peliharaan untuk membangkitkan rasa keibuannya. Tikus-tikus itu dirangsang untuk bisa berperilaku seperti seorang ibu diantaranya melindungi piaraan menggunakan tubuhnya hingga mengantarnya tidur di sarangnya. Dari hasil scan otak tikus selama studi berlangsung, terjadi peningkatan jumlah sel-sel saraf di otak tikus.Studi sebelumnya pernah menyebutkan bahwa hewan pengerat yang sedang menyusui (laktasi) mengalami peningkatan formasi sel saraf pada otaknya. Namun studi ini adalah studi pertama yang menunjukkan manfaat sifat keibuan pada makhluk hidup yang belum memiliki anak.Peneliti memfokuskan penelitian pada bagian otak subventricular, yaitu bagian otak yang memproduksi sel-sel yang berhubungan dengan pengenalan bau dan sifat-sifat keibuan. Tikus betina dewasa yang bersikap keibuan dilaporkan lebih banyak memiliki sel-sel saraf pada bagian otak tersebut daripada tikus yang tidak pernah berhubungan dengan anak-anak.Meski demikian peneliti masih belum tahu penyebab peningkatan produksi sel-sel otak pada tikus. Namun peneliti menduga hal itu disebabkan oleh hormon prolaktin yang menstimulasi perilaku keibuan dan pembentukan formasi sel saraf di otak. Semakin sering berhubungan dengan anak-anak maka produksi sel saraf di otak akan semakin meningkat."Studi ini menunjukkan bahwa memiliki sifat keibuan adalah sebuah keuntungan dan anugerah. Terbukti dengan berperilaku seperti seorang ibu, sel-sel baru akan tumbuh pada otak dan bukan tidak mungkin akan membuat seseorang lebih cerdas. Beruntunglah mereka yang akan dan sudah menjadi seorang ibu," kata sang peneliti, Robert Bridges seperti dilansir dari Livescience, Selasa (22/12/2009).Studi ini dipublikasikan dalam Journal Brain Research Bulletin dan didanai oleh National Institutes of Health grant.
Selasa, 01 Desember 2009
Ke dufan, yukkkss!

Awalnya rencana ibu pingin mengajak kakak dan adik ke Taman Safari, gara-gara liat iklan Dufan diskon 50%, akhirnya ibu mengajak ayah dan tante pergi kesana dan ternyata lagi sedang ada tiket promo dufan dikantor tante yang berlaku s/d sabtu tanggal 14 November 2009. Ibu beli tiket 3 untuk ayah, ibu dan tante, kakak dan adik karna belum 100cm tingginya, maka belum kena biaya masuk. Kami pergi bersama om Agus dkk.
Setelah persiapan beres, kami jalan dari rumah sekitar jam 10.30. semula ibu agak was-was juga karna pengalaman beberapa taun lalu sewaktu ada promo diskon seperti ini, kami harus antri berpuluh-puluh meter panjangnya untuk bisa mengikuti setiap wahana, hehehe...tapi untunglah semeskipun siang itu keliatan rame sekali, kami tidak perlu menunggu lama untuk wahana carrousel, bianglala, gajah bledug, perang bintang.
Sewaktu akan memasuki area dufan, kakak dan adik berjalan kaki, mereka keliatan senang sekali melihat situasi baru. Kakak dan adik pun ikutan dicap tangannya. Wahana yang pertama dinaikin carrousel alias komedi puter, hehehehe...kakak sampai minta naik lagi, begitu permainannya abis. Kami pun akhirnya ikutan naik lagi, untungnya wahana ini tidak terlalu rame...
Wahana kedua, bianglala. Kami agak mengantri panjang untuk mengikuti permainan ini selain itu pun harus rela berdempet-dempetan. Kakak dan adik pun dipangku selama permainan ini. Keliatan banget kakak tidak mau dipangku oleh ayah, dia tetep minta duduk dipinggir dengan pintu sampai-sampai kami terpaksa menaruh tas disitu sebagai penghalang.
Setelah itu, rencananya kami akan lanjut ke istana boneka, tapi karna menjelang makan siang sudah sekitar jam 12an lebih, kami putuskan untuk makan siang dulu. Pilihan jatuh ke McD. Sewaktu kami tiba disana, kami berbagi tugas, ibu mengantri dikasir sementara ayah dan tante bersama kakak adik mencari meja kosong. Mereka terpaksa menunggu salah satu meja sampai akhirnya pengunjung lainnya selesai makan. Sewaktu mendapat giliran dikasir pun, ibu harus menunggu kertas struk yang habis dan ayam yang masih digoreng. Kami diminta menunggu +/- 10 menit sampai ayam mateng.
Selanjutnya, kami ke wahana perang bintang. Kakak tertidur sewaktu kami berada dalam antrian. Kakak digendong oleh ayah, sementara adek dengan ibu. Adek masih mengikuti permainan ini sama selesai. Kami pun menunggu om Agus, tante Jeany, tante Tina dan tante Martha yang masih ada didalam wahana perang bintang sembari berteduh dibawah pohon. Adik masih mau makan dan minum susu lagi. Setelah Om Agus dkk selesai, tante Harni dll memutuskan untuk mengikuti arung jeram. Sesampainya disana, adek tidak boleh ikut masuk, akhirnya diputuskan ibu bersama adik dan ayah mengendong kakak menunggu diluar wahana. Tidak lama kemudian adik pun ikut tertidur setelah digendong ibu. Setelah tante dkk selesai, kami menuju ke wahana halilintar. Kembali lagi ibu dan ayah harus menunggu tante Harni dan tante Martha mengikuti permainan halilintar sembari menunggu kakak dan adik tertidur lelap.
Selanjutnya kami berpisah menuju ke car crashed (boom-boom car), ternyata lagi adek dan kakak tidak bisa ikutan naek karna tingginya harus 110 cm. Tidak jauh dari wahana tersebut, ada wahana gajah bledug akhirnya kita naek itu. Kakak dan adik seneng banget, mereka naek 2x. Setelah itu lanjut ke rumah miring atau rumah kaca ya, hehehe…
Kami putuskan untuk pulang, sekitar jam 5.30 setelah kami nonton parade keliatannya kakak takut melihat para pemainnya. Kami masih menunggu karna Om Agus dkk yang sedang mengikuti wahana kora-kora. Kami tiba dirumah sekitar jam 7 kurang, setelah mandi kakak dan adik kemudian makan malam setelah itu mereka tidur.
Kakak tidur digendongan ayah…
Sudah hampir 3 minggu ini, ada kebiasaan baru kakak yang bikin ibu rada trenyuh, hehehe…biasanya rutinitas menjelang tidur adalah, kakak dan adek dilap badannya dengan air bersih (persisnya disiram pelan, hehehe), setelah itu mereka dilap baru dipakekan baju tidur. Lanjut dengan ritual doa bersama dan salam damai (terkadang pun tahapan ini terlewatkan kalau salah satu dari mereka sudah menangis, sehingga ibu/ayahnya mendoakan mereka:-)).
Kontestan pertama yang dikeloni ibu biasanya kakak, karna pertimbangannya kakak cepet tidur setelah dinenenin ibu, sementara adik bersama ayah dulu. Tapi ini lain, kakak setelah ibu nenenin tuh tidak langsung tidur, melainkan bergegas bangun dan bilang kakak belum mau tidur. Ibu bilang ke kakak, ya sudah kalo tidak mau tidur, panggil adek. Kakak buka pintu kamar, kemudian dia panggil adeknya “adek, adek bobok sama ibu”. Tidak lama kemudian adeknya pun masuk kamar. Setelah nenen pun, adik keliatannya belum mau tidur, tiba-tiba dia nyanyi sembari berjalan mengelilingi tempat tidur. Sementara ibunya berkata dengan jengkelnya, “ach biarin, ibu bobok duluan ya, ntar adek bobok sendiri”. Adik pun berusaha mendekati ibunya yang pura-pura tidur, sembari menciumi ibunya. Kalau sudah begitu, ibu buru-buru kelonin dia lagi, akhirnya adik bobok juga setelah nenen yang lama, hehehe…
Biasanya pada saat ibu keloni adek, baru ayah meninabobokan kakak dengan digendong. Ini pun hampir menjadi kebiasaan buat kakak, karna dia hanya nenen sebentar selebihnya dia minta digendong ayahnya. Prosesnya pun sampe kakak tertidur dalam gendongan ayah bisa sampai 30 menit lebih. Terkadang yang menjengkelkan ayah, pada saat dipastikan kakak telah tertidur, baru ayah menaruhnya ditempat tidur. Tapi tidak lama kemudian, kakakpun terbangun minta digendong lagi. Hal ini pun terjadi lagi saat kakak bangun tengah malam. Tiba-tiba kakak berdiri mendekati ayahnya yang tertidur dan minta digendong setelah itu dia minta keluar dari kamar, baru tertidur lagi sekitar 1 jam. Bangun tidur dipagi hari pun seperti itu. Kalau ayahnya tidak ada dikamar, kakak akan keluar dari kamar sembari teriak mencari ayahnya:-) hohohoho, anak ayah ya:-)
Kontestan pertama yang dikeloni ibu biasanya kakak, karna pertimbangannya kakak cepet tidur setelah dinenenin ibu, sementara adik bersama ayah dulu. Tapi ini lain, kakak setelah ibu nenenin tuh tidak langsung tidur, melainkan bergegas bangun dan bilang kakak belum mau tidur. Ibu bilang ke kakak, ya sudah kalo tidak mau tidur, panggil adek. Kakak buka pintu kamar, kemudian dia panggil adeknya “adek, adek bobok sama ibu”. Tidak lama kemudian adeknya pun masuk kamar. Setelah nenen pun, adik keliatannya belum mau tidur, tiba-tiba dia nyanyi sembari berjalan mengelilingi tempat tidur. Sementara ibunya berkata dengan jengkelnya, “ach biarin, ibu bobok duluan ya, ntar adek bobok sendiri”. Adik pun berusaha mendekati ibunya yang pura-pura tidur, sembari menciumi ibunya. Kalau sudah begitu, ibu buru-buru kelonin dia lagi, akhirnya adik bobok juga setelah nenen yang lama, hehehe…
Biasanya pada saat ibu keloni adek, baru ayah meninabobokan kakak dengan digendong. Ini pun hampir menjadi kebiasaan buat kakak, karna dia hanya nenen sebentar selebihnya dia minta digendong ayahnya. Prosesnya pun sampe kakak tertidur dalam gendongan ayah bisa sampai 30 menit lebih. Terkadang yang menjengkelkan ayah, pada saat dipastikan kakak telah tertidur, baru ayah menaruhnya ditempat tidur. Tapi tidak lama kemudian, kakakpun terbangun minta digendong lagi. Hal ini pun terjadi lagi saat kakak bangun tengah malam. Tiba-tiba kakak berdiri mendekati ayahnya yang tertidur dan minta digendong setelah itu dia minta keluar dari kamar, baru tertidur lagi sekitar 1 jam. Bangun tidur dipagi hari pun seperti itu. Kalau ayahnya tidak ada dikamar, kakak akan keluar dari kamar sembari teriak mencari ayahnya:-) hohohoho, anak ayah ya:-)
Selasa, 27 Oktober 2009
Kakak dan adik nyaris hilang…
Kejadiannya tanggal 26 September 2009, pagi harinya eyang uti bersama tante harni pergi kepasar, kakak dan adikpun ikut serta bersama mereka. Ibu juga bingung kenapa yah mereka begitu senangnya kalo ada yang mau ke pasar, pasti mereka pingin ikut. Bagusnya sih, selama dipasar, mereka anteng-anteng aja belum minta ini itu kecuali naik odong-odong ya, hehehe...
Pagi itu di pasar, eyang dan tante ke los sayuran dari los ayam tapi karna kakak bilang kakinya ada semut, akhirnya tante dan kakak berhenti untuk mengecek sándal dan kaki kakak sementara adik jalan duluan lurus menuju ke los ikan. Setelah selesai belanja, eyang baru menyadari adik tidak bersama mereka. Akhirnya tante mencari-cari adik, beruntung akhirnya adik ditemukan deket los ikan.
Sore harinya, ayah, ibu, tante beserta adik dan kakak pergi ke Mall of Indonesia sekitar jam 5. Ibu pingin kasih liat aneka permainan yang ada disana ke kakak dan adik. Duh mereka senang banget begitu liat permainan, tapi kok hanya senang melihat ya, hehehe…mo main apa aja pasti antre, akhirnya diputuskan hanya melihat saja, lha wong melihat aja mereka sudah senang banget:-)
Setelah itu, kami lanjut makan di bakmi GM MOI, lanjut ke C4. Sewaktu akan masuk C4, ibu mengendong adik, sementara kakak digandeng ayah, tante membawa tas baby. Tante sudah ribut dengan ayahnya mau menitipkan barang ke tempat penitipan tidak jauh dari kami turun escalator. Setelah didepan pintu masuk C4, baru ibu ngeh kakak tidak ada. Untunglah kakak masih terlihat oleh kami, kalau dia berdiri tidak jauh dari escalator turun. Dia keliatannya bingung dan ada pasangan yang mulai menunjuk ke dia, mungkin karna melihat dia sendirian tapi karna kami berteriak akan-akan dihutan akhirnya pasangan tsb berlalu. Duh sewaktu menyadari kakak hilang, ibu rasanya campur-campur, mau marah, sedih, kesal, tapi beruntunglah kakak masih dalam lindungan-Nya. Sekitar jam 8 baru, kami pulang ke rumah. Kakak dan adik keliatannya sudah capek banget, bener saja tidak lama mobil melaju, mereka mulai terlelap tidur sampe dirumah.
Tuhan, terima kasih buat hari ini, semoga kejadian hari ini bener-benar menyadarkan kami untuk menjaga kakak dan adik lebih baik lagi. Biarlah Engkau selalu melindungi dan menjaga mereka disaat mata dan fisik kami lengah. Amien.
Pagi itu di pasar, eyang dan tante ke los sayuran dari los ayam tapi karna kakak bilang kakinya ada semut, akhirnya tante dan kakak berhenti untuk mengecek sándal dan kaki kakak sementara adik jalan duluan lurus menuju ke los ikan. Setelah selesai belanja, eyang baru menyadari adik tidak bersama mereka. Akhirnya tante mencari-cari adik, beruntung akhirnya adik ditemukan deket los ikan.
Sore harinya, ayah, ibu, tante beserta adik dan kakak pergi ke Mall of Indonesia sekitar jam 5. Ibu pingin kasih liat aneka permainan yang ada disana ke kakak dan adik. Duh mereka senang banget begitu liat permainan, tapi kok hanya senang melihat ya, hehehe…mo main apa aja pasti antre, akhirnya diputuskan hanya melihat saja, lha wong melihat aja mereka sudah senang banget:-)
Setelah itu, kami lanjut makan di bakmi GM MOI, lanjut ke C4. Sewaktu akan masuk C4, ibu mengendong adik, sementara kakak digandeng ayah, tante membawa tas baby. Tante sudah ribut dengan ayahnya mau menitipkan barang ke tempat penitipan tidak jauh dari kami turun escalator. Setelah didepan pintu masuk C4, baru ibu ngeh kakak tidak ada. Untunglah kakak masih terlihat oleh kami, kalau dia berdiri tidak jauh dari escalator turun. Dia keliatannya bingung dan ada pasangan yang mulai menunjuk ke dia, mungkin karna melihat dia sendirian tapi karna kami berteriak akan-akan dihutan akhirnya pasangan tsb berlalu. Duh sewaktu menyadari kakak hilang, ibu rasanya campur-campur, mau marah, sedih, kesal, tapi beruntunglah kakak masih dalam lindungan-Nya. Sekitar jam 8 baru, kami pulang ke rumah. Kakak dan adik keliatannya sudah capek banget, bener saja tidak lama mobil melaju, mereka mulai terlelap tidur sampe dirumah.
Tuhan, terima kasih buat hari ini, semoga kejadian hari ini bener-benar menyadarkan kami untuk menjaga kakak dan adik lebih baik lagi. Biarlah Engkau selalu melindungi dan menjaga mereka disaat mata dan fisik kami lengah. Amien.
Senin, 26 Oktober 2009
Asik, dapat salam tempel di hari lebaran…( lupa posting )
Lebaran tahun ini, kakak dan adik berkesempatan ikutan eyang, ayah, ibu dan tante keliling ke tetangga yang merayakan Idul Fitri. Duh senengnya mereka begitu diajak keluar rumah, karna dari pagi mereka hanya bisa ngintip dari balik jendela sewaktu para tetangga melakukan sholat Id didepan rumah… Mereka jalan sendiri ketika keluar dari rumah, kami biarkan mereka berjalan didepan. Pada saat ketemu tetangga, kami ajak mereka bersalam-salaman juga. Kejadian lucu terjadi sewaktu memasuki rumah mbah haji Supardi, dimana kami masuk ke dalam rumah dan mulai bersalam-salaman secara urut, mulai dari eyang haji, isterinya dan anaknya. Pada saat tiba giliran adek dan kakak bersalaman dengan tante Yani (yang juga memiliki saudara kembar), tiba-tiba anaknya eyang haji ini memberikan salam tempel ke adek dan kakak yang membuat mereka berdua kegirangan dan heboh, hehehe… Sampai-sampai begitu keluar rumah, mereka berlari kesenangan dengan tangan kanan dan kirinya penuh lembaran uang dua ribu…ibu dan tante Harni berusaha membujuk mereka agar uang yang mereka dapat disimpan dulu karna dengan pegang uang mereka tidak bisa bersalaman. Agak susah sih, tapi akhirnya mereka mau menyerahkan uangnya ke ibu setelah mereka tidak berhasil salaman dengan tetangga lain, hehehe…
Lucu deh, ternyata setelah rampung pun, sewaktu perjalanan mengikuti misa di gereja, mereka masih inget sama uang tsb gara-gara ibu mengeluarkan dari kantong setelah ibu hitungpun lumayan uang yang mereka dapat ada sekitar 28 ribu…Tidak lama kemudian mereka pun lupa akan uang itu, hehehe…uangnya ibu simpan ditas baby yang biasa dipakai untuk membawa keperluan mereka.
Lucu deh, ternyata setelah rampung pun, sewaktu perjalanan mengikuti misa di gereja, mereka masih inget sama uang tsb gara-gara ibu mengeluarkan dari kantong setelah ibu hitungpun lumayan uang yang mereka dapat ada sekitar 28 ribu…Tidak lama kemudian mereka pun lupa akan uang itu, hehehe…uangnya ibu simpan ditas baby yang biasa dipakai untuk membawa keperluan mereka.
Mo dengerin kakak dan adek nyanyi:-)
Mo dengerin kakak dan adek nyanyi:-)
Ambar dan Laras sekarang lagi seneng-senengnya nyanyi, lucu...kalo lagi diem tiba-tiba dia bernyanyi seperti orang sedang nge-rapp, hehehe... masih agak terpatah-patah, tapi akhirnya lancar sih sampai lagunya habis...
Kacih ibu, kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Ta hanyap kembali
Bagai sang surya menyinali dunia,
trusan diikuti lagu naek-naek ke puncak gunung, bintang kecil, satu-satu, sampai lagunya mbah Surip yang tak gendong kemana-mana, hehehe...
kalau ayahnya memperdengarkan musik ke merekapun, mereka ikutan bergoyang ria, begitu juga kalo liat acara ditv, pasti mereka ikut serta tanpa diminta:-)
Ambar dan Laras sekarang lagi seneng-senengnya nyanyi, lucu...kalo lagi diem tiba-tiba dia bernyanyi seperti orang sedang nge-rapp, hehehe... masih agak terpatah-patah, tapi akhirnya lancar sih sampai lagunya habis...
Kacih ibu, kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Ta hanyap kembali
Bagai sang surya menyinali dunia,
trusan diikuti lagu naek-naek ke puncak gunung, bintang kecil, satu-satu, sampai lagunya mbah Surip yang tak gendong kemana-mana, hehehe...
kalau ayahnya memperdengarkan musik ke merekapun, mereka ikutan bergoyang ria, begitu juga kalo liat acara ditv, pasti mereka ikut serta tanpa diminta:-)
Rabu, 21 Oktober 2009
Berlibur ke Jogja, Klaten,Solo dan Karanganyar
Jumat pagi kemaren, tanggal 16 Oktober 2009, terjadi kehebohan dirumah. Rencananya pagi ini sekitar jam 6 pagi, kami sekeluarga akan terbang ke yogya. Sekitar jam 3.30, ibu terbangun karna mendengar suara om Agus memanggil nama ayah. Sepagian ini, om Agus mengantar om Nug yang akan mengantar kami ke bandara. Ayah ternyata belum bangun. Baru eyang dan tante Harni yang telah bersiap-siap.

Akhirnya ibu dan ayah buru-buru mandi dan mempersiapkan bawaan kami. Sekitar jam 4.30, kami bersiap berangkat dari rumah. Adik dan kakak masih terlelap tidur, dibangunkan dan digendong menuju bandara dengan baju tidurnya, hehehe...habis takutnya tidak keburu dan kasian karna mereka keliatannya masih ngantuk. Ternyata selama dalam perjalanan kakak terbangun sementara adik masih terlelap tidur...Kami tiba dibandara sekitar jam 5.20. Kakak dan adik begitu senang liat suasana baru di terminal 3, yang kebetulan masih baru dan mewah...
Ini pengalaman pertama, kakak dan adik naik pesawat terbang. Kakak bersama ayah duduk didepan sementara adik, ibu dan tante dibelakangnya. Eyang duduk diseberang kami. Dari beberapa artikel yang kami baca, pada saat take off dan landing, sebaiknya anak diberi minum susu untuk mengurangi rasa sakit ditelinga akibat perubahan ketinggian. Adik dan kakak hanya mau minum susu sebentar saja, seakan-akan hanya untuk memuaskan rasa hausnya. Selama perjalanan, kakak dan adik senang banget melihat pemandangan diluar jendela pesawat.
Kami tiba di bandara Adisucipto sekitar jam 7 pagi, penerbangan pagi ini terasa cepat sekali. Setelah mengambil barang-barang, kami bersiap-siap keluar dari bandara. Perjalanan dilanjutkan dengan naik kereta Prameks menuju Solo. Kami menuju ke stasium Maguwo yang tepat berada didepan bandara, sekitar 100 meter. Kami hanya tinggal menyeberang jalan langsung naik tangga ke stasiun. Tidak lama menunggu, keretanya tiba. Kereta sudah penuh oleh penumpang, sehingga kami berdiri. Tidak lama berdiri, ada seorang bapak yang memberikan tempat duduknya untuk ibu. Akhirnya kakak dan ibu duduk. Kakak sempat berdiri disamping jendela untuk melihat pemandangan diluar, setelah itu duduk kembali. Keliatannya dia sedikit lemas, benar tidak lama kemudian kakak muntah karna suasana dalam kereta yang panas dan tidak ada udara. Kakak tiga kali muntah sepanjang perjalanan Yogya – Solo, adikpun juga mengalami muntah sekali. Duh, mungkin mereka masuk angin ya karna pagi-pagi belum sarapan, hanya minum susu doang... ibu sudah tawarkan lontong dan risol mereka tidak mau...
Kami turun di stasiun Palur dengan pertimbangan jaraknya sudah lebih dekat dibanding kalo turun di Solo balapan. Ternyata dari Palur, akses mendapat kendaraannya lebih susah karna jaraknya agak terpencil. Setibanya di stasiun Palur, kami bersihkan kakak dan adik dengan membasuh badan dan berganti pakaian. Setelah itu kami lanjut ke desa Karangbangun, Jumapolo, Karanganyar dengan taksi selama satu jam. Sepanjang perjalanan, kakak dan adik rewel, sampai-sampai taksi harus berhenti 2-3 kali untuk menenangkan mereka dulu.
Begitu tiba di kampung, kami disambut oleh mbah Warni (ibu dan ayah memanggilnya bulik dan paklik Mulyadi, adik ibu yang ke 8 dari 11). Kakak dan adik keliatan senang banget, sepanjang hari mereka terlihat begitu aktif. Mungkin karna tempatnya luas dan banyak binatang yang mereka temui seperti sapi, ayam dan angsa, hehehe...tapi untunglah mereka masih mau tidur siang. Sorenya kami kerumah mbak uti dan kakung Parno (kakak eyang yang pertama), disana kami bertemu dengan pakde Anto beserta mas Wisnu(Inu) dan mas Krishna (Ina), selain itu ada pakde Budi dan mas Melvin. Ada cerita lucu, karna tidak sabar menunggu ibu mandi, akhirnya kakak dan adik jalan duluan menuju ke rumah mbah Parno, dengan jarak hampir satu kilo lebih dan kondisi jalan naik turun, kakak dan adik berjalan kaki sampai disana sementara ibu diantar oleh tante Nanda dan om Miko dengan motor (anak dari mbah Mulyadi dan mbah Warni, umur mereka baru 12 tahun dan 7 tahun).
Kakak dan adik seneng banget selama dirumah mbah Parno, terutama karna ada Coki yang mengikuti kakak dan adik kesana kemari. Kakak selalu memanggilnya doggy, mungkin karna biasa mendengar ayah dan ibu memanggil doggy untuk anjing yang kami temui. Kami berkumpul bersama sembari cerita dan menikmati buah anggur dan salak serta kerupuk karak spesial buatan mbah Parno, bener-bener enak dan beda dengan kerupuk karak lainnya:-)
Sekitar jam 7an, kami tiba dirumah mbah Warni dengan mengendarai mobil dianter oleh pakde Budi dan mas Melvin. Ternyata ada mbah uyut Sarino (adek eyang uyut kami) dirumah utama. Setelah makan malam dan sedikit bermain, kakak dan adik, ibu siapkan untuk tidur malam. Mereka tidur lebih awal ternyata malam itu, sekitar jam 11 adik dan kakak nangis bersamaan minta digendong ayah. Proses untuk mendiamkan mereka sedikit memakan waktu lebih lama sehingga semuanya terbangun malam itu.
Nengok mbah kakung ke Klaten
Sabtu pagi, tanggal 17 Oktober 2009, rencananya pagi ini kami akan menuju rumah mbah kakung dari ayah yang tinggal di klaten. Semula rencananya pagi-pagi kami berangkat karna kondisi diatas pagi hari sudah panas, sekitar jam 4.30 pagi sudah keliatannya terang sekali, ternyata pagi itu bude Sri dan mbak Imah tiba dari karangayar menemui kami. Setelah ngobrol-ngobrol dengan bude dan mbak Imah, kami bersiap-siap berangkat ke Klaten sekitar jam 09.30. Kami mendapat pinjaman kendaraan dari pakde Anto untuk memudahkan transportasi selama disana. Kami tiba di klaten sekitar jam 11an, dilanjutkan dengan makan soto bening yang ada dideket rumah mbah kakung. Kami tiba dirumah mbah kakung sekitar jam 11.30. Ternyata mbah kakung dan mbah putri ke sawah siang itu. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya beliau pulang ke rumah. Awalnya kakak dan adik masih anteng serta malu-malu tapi tidak lama kemudian mereka mondar-mandir keluar masuk kamar, hehehe. Ibu dan ayah menyempatkan menyekar mbah uti dengan mengendarai motor mbah kakung. Beruntung mereka tidak menyadari ayah ibunya pergi sehingga mereka tidak mencari karna asik bermain.
Perjalanan kami siang itu dilanjutkan ke rumah mbah Seno (kakak dari bapaknya ibu) yang tinggal di Colomadu. Kami tiba disana sekitar jam 3.30. Kami menemui mbah uti Seno, pakde Hardi dan keluarga pakde Slamet beserta anaknya, mas Pieter. Awalnya Laras yang bermain bersama mas Pieter sementara kami mengobrol diruang belakang. Selanjutnya kakak mau ikut bermain bersama adiknya dengan mas Pieter. Awalnya mereka bertiga rukun bermain bersama, tapi tidak lama kemudian mulai ada pertengkaran rebutan sepeda roda empat milik mas Pieter. Kakak ternyata sudah lebih kuat mengayuh, sementara adik kakinya ternyata belum kuat dan tidak sampai untuk mengayuh ke bawah. Kami pamit sekitar jam 4.30an. Pada saat pamit, kakak menangis minta untuk dipangku ayah, seperti yang biasa dilakukan di Jakarta. Tapi karna tidak terbiasa dengan kendaraan yang sekarang, ayah tidak berani menyetir sembari memangku adik atau kakak. Mungkin karna lelah juga, adik dan kakak menangis kuat sekali sembari meronta-ronta.
Perjalanan kami lanjutkan dengan mampir ke makan bakso rusuk yang ada di Palur, sebenarnya perjalanan sudah sore sekali tapi karna kangen dengan baso ini, kamipun mampir sebentar. Sepanjang perjalanan hari sudah gelap, agak ketakutan sih sebenarnya ibu mengingat kami tidak terbiasa dengan suasana jalanannya sepi sekali. Ibu agak terheran-heran dengan adik, karna sepanjang perjalanan dia meminta ibu menyanyikan lagu Alleluyah dan Bapa Kami tanpa berhenti, ibu sampai tidak ada suara, sekali-kali dia ikut bernyanyi bersama. Terkadangpun kalo ibu sudah dipertengahan lagu Bapa Kami, adik meminta ibu menyanyikan lagu tsb dari awal lagi. Ayahpun karna kurang menguasai jalan, sepertinya jalan yang dilewati lebih panjang dan lama, tapi akhirnya kami tiba dirumah mbah Mul dengan sehat sekitar jam 7 kurang.
Ternyata sudah ada mbah Sukardi dan mbah Sukirah dirumah mbah Mul. Ibu dan ayah buru-buru memandikan adik dan kakak serta menyuapkan makanan ke mereka. Setelah itu mereka sibuk bermain dengan tante Nanda, om Miko dan mas Melvin.
Ketemu kakak kembar di gereja katolik Jumapolo
Minggu paginya, kami berangkat ke gereja bersama-sama dengan keluarga mbah Mul ke gereja Jumapolo, misa mulai jam 7 pagi. Persiapan dilakukan dari jam 5 lebih, karna hari sudah keliatan terang sekali, ibupun langsung mandi, berikutnya ayah baru kemudian kakak dan adik. Sekitar jam 6, kami semua telah siap berangkat. Kami tiba digereja jam 6.30. sudah ada beberapa umat yang hadir didalam gereja. Tidak lama didalam gereja, kakak bilang pup, akhirnya ibu dan kakak keluar gereja untuk ganti pampers. Untuk menuju toilet, kami harus menuruni tangga. Tidak jauh dari toilet, ada balai pertemuan yang dibuat terbuka sehingga keliatan banget suasananya menyenangkan sekali. Ternyata ayah dan adik menyusul kami dibelakang. Setelah dicek pamper kakak didepan toilet, ternyata kakak tidak pup. Kami akhirnya masuk kembali ke dalam gereja, kakak dan adik senang sekali menapaki tangga dari arah toilet ke gereja.

Pada saat mulai bacaan pertama, kakak dan adik mulai rewel, sampai akhirnya kami ajak mereka keluar gereja. Kami duduk dibagian belakang luar gereja, dimana untuk melihat ke dalam ada celah-celahnya. Ada beberapa orang yang duduk dibagian belakang ini, ternyata ada kakak kembar juga yang duduk dibelakang bersama orang tuanya. Mungkin karna beda umur yang lumayan, mereka tidak terlalu tertarik bermain bersama.
Kakak dan adik awalnya senang mengitari tiang-tiang bambu dan besi yang dibuat diluar gereja. Mereka mulai suka naik turun kursi. Om Miko menyusul keluar, sehingga akhirnya kakak dan adik bermain bersama om Miko. Menjelang lagu Anak Domba Allah, kami masuk ke dalam gereja. Itupun adik mulai rewel, tapi sewaktu akan penerimaan komuni, adik mau digendong ke depan.
Begitu acara pemberkatan anak, mereka pun maju ke depan dengan ayah dan ibu. Syukurlah, meskipun agak rewel, mereka bisa mengikuti misa sampai akhir. Setelah misa berakhir, kami bertemu dengan saudara-saudara kami lainnya. Setelah itu, rencananya eyang dan tante serta mbah Warni pergi berbelanja ke pasar dan lanjut makan bakso bersama-sama di terminal Jumapolo.
Kami tiba dirumah mbah Mul sekitar jam 09.30, selanjutnya eyang mengajak kami nyekar ke kuburan sanak saudara yang telah meninggal dari pihak eyang uti dan eyang kakung di Dagan. Setelah acara ziarah, kami lanjut ke rumah mbah Timan (kakak eyang kakung). Kurang lebih sekitar jam 11.30, kami pamit karna kakak dan adik mulai rewel ingin tidur siang. Tapi setibanya di rumah mbah Mul, mereka justru asik bermain dan baru mulai tidur sekitar jam 2an. Rencana sorenya, kami akan berkunjung ke rumah eyang buyut dikarangbangun tapi karna kakak dan adik masih tidur akhirnya hanya eyang yang jalan.
Sore harinya, bude Sri datang ke rumah beserta dengan mbak Imah. Ibu pesen baju dan celana murah untuk kakak dan adik yang dibelikan didaerah Pedan.
Berburu batik di PGS
Gara-garanya eyang mendengar dari bude Sri kalo belanja batik murah di PGS. Akhirnya kami semua penasaran untuk pergi kesana. Rencananya mbah Warni pun akan turut serta ke PGS. Kami sudah siap-siap untuk berangkat tapi ternyata ada tamu mencari mbah Mul atau mbah Warni, ternyata frater Blasius. Setelah ngobrol dengan frater Blasius, akhirnya kami berangkat menuju PGS sekitar jam 7.30. Tiba disana sekitar jam 8.30an, beberapa toko masih tutup, sementara ada beberapa yang siap-siap buka.
Ada beberapa toko memasang harga pas untuk baju batik yang dipajang dengan harga variasi. Dari hasil hunting ini, eyang dapat 3 atasan, tantepun 3 atasan, mbah Warni dapat 4 atasan untuk mbah Mul, mbah Warni, om Miko dan tante Nanda. Sementara ibu dapat 1 atasan, ayah 1 atasan dan 2 pasang baju untuk kakak dan adik. Kami pulang jam 12 dari sana. Mampir makan mie ayam bakso di daerah karanganyar, taman Pancasila. Tiba dirumah sekitar jam 01.30 sudah ada om Miko dan tante Nanda beserta mbah Mul. Siang ini kakak dan adik sama sekali tidak mau tidur siang. Kakak asik bermain dengan om Miko sementara adik bersama ayah.
Ikutan ke pasar Jatipuro
Rencananya siang ini kami balik ke Jakarta. Pagi harinya, sekitar jam 8, mbah Warni, eyang, tante dan kami sekeluarga berencana ke pasar Jatipuro dengan tujuan hunting jenang (dodol khas Solo) dan pamper. Sebelumnya kami drop eyang ke rumah mbah Parno yang kebetulan searah dengan pasar Jatipuro.
Tiba di pasar Jatipuro, kami langsung berburu jenang, setelah itu bandeng presto, mbah Warni berbelanja sayuran dan kebutuhan lain. Selain itu kami membeli bubur sumsum dengan campuran ketan item, candil, dll, es dawet, lento yang merupakan camilan tradisional.
Setelah dari pasar Jatipuro, kami mampir ke rumah mbah Parno dengan maksud menjemput eyang. Kamipun turun dan menikmati camilan yang kami beli bersama-sama. Tidak lama kemudian pamit, untuk persiapan bebenah.
Perjalanan pulang menuju Jakarta
Begitu kami tiba dirumah mbah Mul, tidak lama kemudian ada pakde Anto, mas Ina dan mas Melvin beserta mbah Parno membawa botok yang diolah untuk dinikmati bersama.
Kami mulai bersiap-siap sekitar jam 12, sekitar jam 1an, kami pun berpamitan dengan mbah Mul, mbah Warni, tante Nanda, mbah Parno, mas Inu, mbah Sukirah dan mbah Kardi yang kebetulan berkumpul disana. Rencananya, kami akan dianter oleh Pakde Yatno (sopir mbah Mul) berikut dengan om Miko, mas Ina dan mas Melvin yang akan turun serta ke Jebres, Solo. Kami nantinya bertemu dengan pakde Budi disana.
Tiba di Palur sekitar jam 2an, pakde Yatno bertukar tempat dengan pakde Budi. Selanjutnya kami dianter oleh pakde Budi menuju Jebres untuk naik kereta Prameks sekitar jam 2.30.

Kereta tiba tidak lama setelah kami memasuki stasiun Jebres. Karna terburu-buru membeli tiket, ibu tidak sempet berpamitan dengan pakde dan krucil-krucil yang ikut menemaninya.
Beruntung kereta yang kami naiki belum terlalu padat, sehingga kami masing-masing mendapat tempat duduk. Kakak dan adik begitu senangnya melihat kereta sewaktu ada di Solo balapan, untunglah selama perjalanan dengan kereta kakak dan adik merasa nyaman sampai kami tiba di Maguwo, Yogya sekitar jam 3.30.
Kami langsung masuk ke bandara Adisucipto. Ternyata pesawat mengalami delay selama 20 menit, kami baru take off sekitar jam 4.50 dari seharusnya jam 4.30. selama didalam pesawat, kakak begitu gelisah sehingga dia agak sedikit rewel dan uring-uringan minta turun dari pesawat. Tidak tau kenapa, mereka sedikit susah diatur pada saat dipasangkan seat belt, mereka lebih memilih berdiri. Kalaupun dipaksakan, mereka menjerit keras seakan tidak mau. Ibu dan ayah sampai bingung, ibu cobakan untuk menyusui kakak, tapi ternyata dia tidak mau dan memilih dengan ayahnya. Sementara adik, akhirnya duduk dipangkuan ibu setelah ditarik dari bawah karna keinginannya main dibawah kursi. Duh serasa héctic banget perjalanan kali ini. Untungnya kakak dan adik akhirnya bisa tenang. Setibanya di jakarta begitu turun dari pesawat, mereka sudah mulai keliatan ceria, apalagi sewaktu berada diterminal 3, liat gayanya mereka sewaktu mendorong troley, sampai-sampai kami harus mengalami dua troley,satu troley kosong untuk mainan mereka sementara satu troley penuh dengan barang-barang.
Tak terasa akhirnya kami kembali kehidupan rutin kami, cepet rasanya 5 hari berlalu begitu saja. Doakan ya adik dan kakak, mudah-mudahan taun depan kita bisa pulang kampung lagi ;-) Terima kasih Tuhan untuk kenikmatan perjumpaan dengan saudara-saudara kami terkasih yang ada di Klaten, Solo dan Karanganyar, kiranya Engkau selalu berkati kami semua, amien.
Akhirnya ibu dan ayah buru-buru mandi dan mempersiapkan bawaan kami. Sekitar jam 4.30, kami bersiap berangkat dari rumah. Adik dan kakak masih terlelap tidur, dibangunkan dan digendong menuju bandara dengan baju tidurnya, hehehe...habis takutnya tidak keburu dan kasian karna mereka keliatannya masih ngantuk. Ternyata selama dalam perjalanan kakak terbangun sementara adik masih terlelap tidur...Kami tiba dibandara sekitar jam 5.20. Kakak dan adik begitu senang liat suasana baru di terminal 3, yang kebetulan masih baru dan mewah...
Ini pengalaman pertama, kakak dan adik naik pesawat terbang. Kakak bersama ayah duduk didepan sementara adik, ibu dan tante dibelakangnya. Eyang duduk diseberang kami. Dari beberapa artikel yang kami baca, pada saat take off dan landing, sebaiknya anak diberi minum susu untuk mengurangi rasa sakit ditelinga akibat perubahan ketinggian. Adik dan kakak hanya mau minum susu sebentar saja, seakan-akan hanya untuk memuaskan rasa hausnya. Selama perjalanan, kakak dan adik senang banget melihat pemandangan diluar jendela pesawat.
Kami tiba di bandara Adisucipto sekitar jam 7 pagi, penerbangan pagi ini terasa cepat sekali. Setelah mengambil barang-barang, kami bersiap-siap keluar dari bandara. Perjalanan dilanjutkan dengan naik kereta Prameks menuju Solo. Kami menuju ke stasium Maguwo yang tepat berada didepan bandara, sekitar 100 meter. Kami hanya tinggal menyeberang jalan langsung naik tangga ke stasiun. Tidak lama menunggu, keretanya tiba. Kereta sudah penuh oleh penumpang, sehingga kami berdiri. Tidak lama berdiri, ada seorang bapak yang memberikan tempat duduknya untuk ibu. Akhirnya kakak dan ibu duduk. Kakak sempat berdiri disamping jendela untuk melihat pemandangan diluar, setelah itu duduk kembali. Keliatannya dia sedikit lemas, benar tidak lama kemudian kakak muntah karna suasana dalam kereta yang panas dan tidak ada udara. Kakak tiga kali muntah sepanjang perjalanan Yogya – Solo, adikpun juga mengalami muntah sekali. Duh, mungkin mereka masuk angin ya karna pagi-pagi belum sarapan, hanya minum susu doang... ibu sudah tawarkan lontong dan risol mereka tidak mau...
Kami turun di stasiun Palur dengan pertimbangan jaraknya sudah lebih dekat dibanding kalo turun di Solo balapan. Ternyata dari Palur, akses mendapat kendaraannya lebih susah karna jaraknya agak terpencil. Setibanya di stasiun Palur, kami bersihkan kakak dan adik dengan membasuh badan dan berganti pakaian. Setelah itu kami lanjut ke desa Karangbangun, Jumapolo, Karanganyar dengan taksi selama satu jam. Sepanjang perjalanan, kakak dan adik rewel, sampai-sampai taksi harus berhenti 2-3 kali untuk menenangkan mereka dulu.
Begitu tiba di kampung, kami disambut oleh mbah Warni (ibu dan ayah memanggilnya bulik dan paklik Mulyadi, adik ibu yang ke 8 dari 11). Kakak dan adik keliatan senang banget, sepanjang hari mereka terlihat begitu aktif. Mungkin karna tempatnya luas dan banyak binatang yang mereka temui seperti sapi, ayam dan angsa, hehehe...tapi untunglah mereka masih mau tidur siang. Sorenya kami kerumah mbak uti dan kakung Parno (kakak eyang yang pertama), disana kami bertemu dengan pakde Anto beserta mas Wisnu(Inu) dan mas Krishna (Ina), selain itu ada pakde Budi dan mas Melvin. Ada cerita lucu, karna tidak sabar menunggu ibu mandi, akhirnya kakak dan adik jalan duluan menuju ke rumah mbah Parno, dengan jarak hampir satu kilo lebih dan kondisi jalan naik turun, kakak dan adik berjalan kaki sampai disana sementara ibu diantar oleh tante Nanda dan om Miko dengan motor (anak dari mbah Mulyadi dan mbah Warni, umur mereka baru 12 tahun dan 7 tahun).
Kakak dan adik seneng banget selama dirumah mbah Parno, terutama karna ada Coki yang mengikuti kakak dan adik kesana kemari. Kakak selalu memanggilnya doggy, mungkin karna biasa mendengar ayah dan ibu memanggil doggy untuk anjing yang kami temui. Kami berkumpul bersama sembari cerita dan menikmati buah anggur dan salak serta kerupuk karak spesial buatan mbah Parno, bener-bener enak dan beda dengan kerupuk karak lainnya:-)
Sekitar jam 7an, kami tiba dirumah mbah Warni dengan mengendarai mobil dianter oleh pakde Budi dan mas Melvin. Ternyata ada mbah uyut Sarino (adek eyang uyut kami) dirumah utama. Setelah makan malam dan sedikit bermain, kakak dan adik, ibu siapkan untuk tidur malam. Mereka tidur lebih awal ternyata malam itu, sekitar jam 11 adik dan kakak nangis bersamaan minta digendong ayah. Proses untuk mendiamkan mereka sedikit memakan waktu lebih lama sehingga semuanya terbangun malam itu.
Nengok mbah kakung ke Klaten
Sabtu pagi, tanggal 17 Oktober 2009, rencananya pagi ini kami akan menuju rumah mbah kakung dari ayah yang tinggal di klaten. Semula rencananya pagi-pagi kami berangkat karna kondisi diatas pagi hari sudah panas, sekitar jam 4.30 pagi sudah keliatannya terang sekali, ternyata pagi itu bude Sri dan mbak Imah tiba dari karangayar menemui kami. Setelah ngobrol-ngobrol dengan bude dan mbak Imah, kami bersiap-siap berangkat ke Klaten sekitar jam 09.30. Kami mendapat pinjaman kendaraan dari pakde Anto untuk memudahkan transportasi selama disana. Kami tiba di klaten sekitar jam 11an, dilanjutkan dengan makan soto bening yang ada dideket rumah mbah kakung. Kami tiba dirumah mbah kakung sekitar jam 11.30. Ternyata mbah kakung dan mbah putri ke sawah siang itu. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya beliau pulang ke rumah. Awalnya kakak dan adik masih anteng serta malu-malu tapi tidak lama kemudian mereka mondar-mandir keluar masuk kamar, hehehe. Ibu dan ayah menyempatkan menyekar mbah uti dengan mengendarai motor mbah kakung. Beruntung mereka tidak menyadari ayah ibunya pergi sehingga mereka tidak mencari karna asik bermain.
Perjalanan kami siang itu dilanjutkan ke rumah mbah Seno (kakak dari bapaknya ibu) yang tinggal di Colomadu. Kami tiba disana sekitar jam 3.30. Kami menemui mbah uti Seno, pakde Hardi dan keluarga pakde Slamet beserta anaknya, mas Pieter. Awalnya Laras yang bermain bersama mas Pieter sementara kami mengobrol diruang belakang. Selanjutnya kakak mau ikut bermain bersama adiknya dengan mas Pieter. Awalnya mereka bertiga rukun bermain bersama, tapi tidak lama kemudian mulai ada pertengkaran rebutan sepeda roda empat milik mas Pieter. Kakak ternyata sudah lebih kuat mengayuh, sementara adik kakinya ternyata belum kuat dan tidak sampai untuk mengayuh ke bawah. Kami pamit sekitar jam 4.30an. Pada saat pamit, kakak menangis minta untuk dipangku ayah, seperti yang biasa dilakukan di Jakarta. Tapi karna tidak terbiasa dengan kendaraan yang sekarang, ayah tidak berani menyetir sembari memangku adik atau kakak. Mungkin karna lelah juga, adik dan kakak menangis kuat sekali sembari meronta-ronta.
Perjalanan kami lanjutkan dengan mampir ke makan bakso rusuk yang ada di Palur, sebenarnya perjalanan sudah sore sekali tapi karna kangen dengan baso ini, kamipun mampir sebentar. Sepanjang perjalanan hari sudah gelap, agak ketakutan sih sebenarnya ibu mengingat kami tidak terbiasa dengan suasana jalanannya sepi sekali. Ibu agak terheran-heran dengan adik, karna sepanjang perjalanan dia meminta ibu menyanyikan lagu Alleluyah dan Bapa Kami tanpa berhenti, ibu sampai tidak ada suara, sekali-kali dia ikut bernyanyi bersama. Terkadangpun kalo ibu sudah dipertengahan lagu Bapa Kami, adik meminta ibu menyanyikan lagu tsb dari awal lagi. Ayahpun karna kurang menguasai jalan, sepertinya jalan yang dilewati lebih panjang dan lama, tapi akhirnya kami tiba dirumah mbah Mul dengan sehat sekitar jam 7 kurang.
Ternyata sudah ada mbah Sukardi dan mbah Sukirah dirumah mbah Mul. Ibu dan ayah buru-buru memandikan adik dan kakak serta menyuapkan makanan ke mereka. Setelah itu mereka sibuk bermain dengan tante Nanda, om Miko dan mas Melvin.
Ketemu kakak kembar di gereja katolik Jumapolo
Minggu paginya, kami berangkat ke gereja bersama-sama dengan keluarga mbah Mul ke gereja Jumapolo, misa mulai jam 7 pagi. Persiapan dilakukan dari jam 5 lebih, karna hari sudah keliatan terang sekali, ibupun langsung mandi, berikutnya ayah baru kemudian kakak dan adik. Sekitar jam 6, kami semua telah siap berangkat. Kami tiba digereja jam 6.30. sudah ada beberapa umat yang hadir didalam gereja. Tidak lama didalam gereja, kakak bilang pup, akhirnya ibu dan kakak keluar gereja untuk ganti pampers. Untuk menuju toilet, kami harus menuruni tangga. Tidak jauh dari toilet, ada balai pertemuan yang dibuat terbuka sehingga keliatan banget suasananya menyenangkan sekali. Ternyata ayah dan adik menyusul kami dibelakang. Setelah dicek pamper kakak didepan toilet, ternyata kakak tidak pup. Kami akhirnya masuk kembali ke dalam gereja, kakak dan adik senang sekali menapaki tangga dari arah toilet ke gereja.
Pada saat mulai bacaan pertama, kakak dan adik mulai rewel, sampai akhirnya kami ajak mereka keluar gereja. Kami duduk dibagian belakang luar gereja, dimana untuk melihat ke dalam ada celah-celahnya. Ada beberapa orang yang duduk dibagian belakang ini, ternyata ada kakak kembar juga yang duduk dibelakang bersama orang tuanya. Mungkin karna beda umur yang lumayan, mereka tidak terlalu tertarik bermain bersama.
Kakak dan adik awalnya senang mengitari tiang-tiang bambu dan besi yang dibuat diluar gereja. Mereka mulai suka naik turun kursi. Om Miko menyusul keluar, sehingga akhirnya kakak dan adik bermain bersama om Miko. Menjelang lagu Anak Domba Allah, kami masuk ke dalam gereja. Itupun adik mulai rewel, tapi sewaktu akan penerimaan komuni, adik mau digendong ke depan.
Begitu acara pemberkatan anak, mereka pun maju ke depan dengan ayah dan ibu. Syukurlah, meskipun agak rewel, mereka bisa mengikuti misa sampai akhir. Setelah misa berakhir, kami bertemu dengan saudara-saudara kami lainnya. Setelah itu, rencananya eyang dan tante serta mbah Warni pergi berbelanja ke pasar dan lanjut makan bakso bersama-sama di terminal Jumapolo.
Kami tiba dirumah mbah Mul sekitar jam 09.30, selanjutnya eyang mengajak kami nyekar ke kuburan sanak saudara yang telah meninggal dari pihak eyang uti dan eyang kakung di Dagan. Setelah acara ziarah, kami lanjut ke rumah mbah Timan (kakak eyang kakung). Kurang lebih sekitar jam 11.30, kami pamit karna kakak dan adik mulai rewel ingin tidur siang. Tapi setibanya di rumah mbah Mul, mereka justru asik bermain dan baru mulai tidur sekitar jam 2an. Rencana sorenya, kami akan berkunjung ke rumah eyang buyut dikarangbangun tapi karna kakak dan adik masih tidur akhirnya hanya eyang yang jalan.
Sore harinya, bude Sri datang ke rumah beserta dengan mbak Imah. Ibu pesen baju dan celana murah untuk kakak dan adik yang dibelikan didaerah Pedan.
Berburu batik di PGS
Gara-garanya eyang mendengar dari bude Sri kalo belanja batik murah di PGS. Akhirnya kami semua penasaran untuk pergi kesana. Rencananya mbah Warni pun akan turut serta ke PGS. Kami sudah siap-siap untuk berangkat tapi ternyata ada tamu mencari mbah Mul atau mbah Warni, ternyata frater Blasius. Setelah ngobrol dengan frater Blasius, akhirnya kami berangkat menuju PGS sekitar jam 7.30. Tiba disana sekitar jam 8.30an, beberapa toko masih tutup, sementara ada beberapa yang siap-siap buka.
Ada beberapa toko memasang harga pas untuk baju batik yang dipajang dengan harga variasi. Dari hasil hunting ini, eyang dapat 3 atasan, tantepun 3 atasan, mbah Warni dapat 4 atasan untuk mbah Mul, mbah Warni, om Miko dan tante Nanda. Sementara ibu dapat 1 atasan, ayah 1 atasan dan 2 pasang baju untuk kakak dan adik. Kami pulang jam 12 dari sana. Mampir makan mie ayam bakso di daerah karanganyar, taman Pancasila. Tiba dirumah sekitar jam 01.30 sudah ada om Miko dan tante Nanda beserta mbah Mul. Siang ini kakak dan adik sama sekali tidak mau tidur siang. Kakak asik bermain dengan om Miko sementara adik bersama ayah.
Ikutan ke pasar Jatipuro
Rencananya siang ini kami balik ke Jakarta. Pagi harinya, sekitar jam 8, mbah Warni, eyang, tante dan kami sekeluarga berencana ke pasar Jatipuro dengan tujuan hunting jenang (dodol khas Solo) dan pamper. Sebelumnya kami drop eyang ke rumah mbah Parno yang kebetulan searah dengan pasar Jatipuro.
Tiba di pasar Jatipuro, kami langsung berburu jenang, setelah itu bandeng presto, mbah Warni berbelanja sayuran dan kebutuhan lain. Selain itu kami membeli bubur sumsum dengan campuran ketan item, candil, dll, es dawet, lento yang merupakan camilan tradisional.
Setelah dari pasar Jatipuro, kami mampir ke rumah mbah Parno dengan maksud menjemput eyang. Kamipun turun dan menikmati camilan yang kami beli bersama-sama. Tidak lama kemudian pamit, untuk persiapan bebenah.
Perjalanan pulang menuju Jakarta
Begitu kami tiba dirumah mbah Mul, tidak lama kemudian ada pakde Anto, mas Ina dan mas Melvin beserta mbah Parno membawa botok yang diolah untuk dinikmati bersama.
Kami mulai bersiap-siap sekitar jam 12, sekitar jam 1an, kami pun berpamitan dengan mbah Mul, mbah Warni, tante Nanda, mbah Parno, mas Inu, mbah Sukirah dan mbah Kardi yang kebetulan berkumpul disana. Rencananya, kami akan dianter oleh Pakde Yatno (sopir mbah Mul) berikut dengan om Miko, mas Ina dan mas Melvin yang akan turun serta ke Jebres, Solo. Kami nantinya bertemu dengan pakde Budi disana.
Tiba di Palur sekitar jam 2an, pakde Yatno bertukar tempat dengan pakde Budi. Selanjutnya kami dianter oleh pakde Budi menuju Jebres untuk naik kereta Prameks sekitar jam 2.30.
Kereta tiba tidak lama setelah kami memasuki stasiun Jebres. Karna terburu-buru membeli tiket, ibu tidak sempet berpamitan dengan pakde dan krucil-krucil yang ikut menemaninya.
Beruntung kereta yang kami naiki belum terlalu padat, sehingga kami masing-masing mendapat tempat duduk. Kakak dan adik begitu senangnya melihat kereta sewaktu ada di Solo balapan, untunglah selama perjalanan dengan kereta kakak dan adik merasa nyaman sampai kami tiba di Maguwo, Yogya sekitar jam 3.30.
Kami langsung masuk ke bandara Adisucipto. Ternyata pesawat mengalami delay selama 20 menit, kami baru take off sekitar jam 4.50 dari seharusnya jam 4.30. selama didalam pesawat, kakak begitu gelisah sehingga dia agak sedikit rewel dan uring-uringan minta turun dari pesawat. Tidak tau kenapa, mereka sedikit susah diatur pada saat dipasangkan seat belt, mereka lebih memilih berdiri. Kalaupun dipaksakan, mereka menjerit keras seakan tidak mau. Ibu dan ayah sampai bingung, ibu cobakan untuk menyusui kakak, tapi ternyata dia tidak mau dan memilih dengan ayahnya. Sementara adik, akhirnya duduk dipangkuan ibu setelah ditarik dari bawah karna keinginannya main dibawah kursi. Duh serasa héctic banget perjalanan kali ini. Untungnya kakak dan adik akhirnya bisa tenang. Setibanya di jakarta begitu turun dari pesawat, mereka sudah mulai keliatan ceria, apalagi sewaktu berada diterminal 3, liat gayanya mereka sewaktu mendorong troley, sampai-sampai kami harus mengalami dua troley,satu troley kosong untuk mainan mereka sementara satu troley penuh dengan barang-barang.
Tak terasa akhirnya kami kembali kehidupan rutin kami, cepet rasanya 5 hari berlalu begitu saja. Doakan ya adik dan kakak, mudah-mudahan taun depan kita bisa pulang kampung lagi ;-) Terima kasih Tuhan untuk kenikmatan perjumpaan dengan saudara-saudara kami terkasih yang ada di Klaten, Solo dan Karanganyar, kiranya Engkau selalu berkati kami semua, amien.
Sabtu, 10 Oktober 2009
kegiatan PESAT ( Paket Edukasi Orang Tua Sehat ) 10 yang Pertama
Wah wah hari pertama melaksanakan kegiatan PESAT ( Paket Edukasi Orang Tua Sehat ) 10 asyik jg yah. Kita berdua pagi pagi sudah datang di Gedung Wisma Dharmala Ruang Srikandi yang beralamat di Jl. Jend Sudjirman Jakarta. PESAT yang kita jalankan ini adalah PESAT yang angkatan 10. Setiap Tahun pasti diadakan, karena keinganan untuk memberi EDUKASI kepada para Orang Tua untuk dapat menjaga anak anaknya dengan cara yang benar. PESAT ini didukung oleh World Health Organization ( WHO ) Pada hari pertama ini saya melihat banyak yang datang, Suami Istri, Ibu nya aja, Para Nenek. PESAT ini juga di publishkan atau di sebarkan melalui Milis Sehat. Saya sangat bersyukur karena kami bisa ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan PESAT 10, sekaligus mereview apa yang kita dapet di PESAT 9.
Semakin mantap aja menjadi orang tua, dan kita mempunyai pegangan ( guide rules ) untuk anak2 kita. Semoga mereka diberkati. AMIN. Terima kasih PESAT.
Kisi kisi pembelajaran nya antara lain:
1. Tidak harus dibawa ke Dokter.
2. Kita diajarkan untuk menjadi seorang yang kritis terhadap obat.
3. Pegangan untuk bertindak
Senin, 05 Oktober 2009
Foto Kakak dan Adik terbaru
Wah, ternyata mereka sekarang sudah besar ya, lihat gayanya hehe...
Mau ndak mau harus sama, soalnya mereka punya selera yang sama, jadi baju dan celananya sama.
Apa kata mereka kalau mereka habis mandi dan mau dipakaiin baju. Ini aja Bagus......mereka ternyata sudah bisa memilih kesukaan mereka. Terima kasih Tuhan mereka sudah besar2.
Senin, 31 Agustus 2009
Adik Laras kena Ruam
Puji Tuhan Adik laras sudah sembuh dari Ruamnya.
Ketahuannya pas malam sabtu jam 2 malam, ayah dan ibu terbangun karena kok ada bau yang tidak enak, ternyata adik PUB. Awalnya buka celana mau, jalan menuju kamar mandi mau..tapi tiba tiba kok menjerit..dan teriak teriak pokok nya tidak mau adik dibersihin. Dengan masih menangis nangis ayah tetap membersihkan adik. Setelah selesai....ibu bertanya kenapa kok sampe teriak teriak begitu ...ayah jawab cara membersihkannya sama aja kayak sebelum sebelumnya. Terus kita pake in pampers, ternyata teriak teriak lagi tambah kenceng...sampai eyangnya turun dari lantai atas karena terbangun. Setelah terpasang dan dipakein celana adik masih kesakitan. Kita berpikiran tidak sampe kena ruam. Akhirnya tempat tidur dikasih kain terpal dan selimut untuk adik dan sepakat tidak memakai pampers. Akhirnya adik bisa tidur. Puji Tuhan....
Pagi hari kita coba mandikan, kok adik masih nangis dan tidak mau dibersihkan pantatnya, akhirnya setelah mandi kita coba lihat pantatnya..ternyata merah. Oh adik laras kena RUAM.
RUAM adalah keadaan dimana kulit menjadi sakit / merah karena terlalu lama memakai POSPAK / Pampres.
Cuplikan dari : http://ummuemira.multiply.com/journal/item/49
Orang tua perlu menyadari bahwa pospak adalah produk yang didesain untuk melindungi air seni bayi atau tinja agar tidak keluar atau bocor. Nah, bahan yang tidak bocor ini tidak memiliki pori-pori sehingga membuat kulit tidak bisa bebas bernapas."
Padahal, lanjut dokter yang biasa disapa Ari, kulit sangat butuh bernapas karena salah satu fungsinya adalah untuk penguapan atau membuang sisa-sisa metabolisme di dalam tubuh yang tidak terpakai. Kalau kulit tertutup terus-menerus maka proses penguapan akan terganggu dan membuat kulit lembap serta muncul iritasi. "Jangankan kontak dengan urin, dengan keringat pun bayi akan mengalami iritasi. Pada anak yang berbakat atopik hal ini bisa menimbulkan iritasi yang cukup hebat
Lanjut..hehe
Untung hari sabtu dan minggu ayah dan ibu dirumah sehingga dapat mengawasi adik Laras sepenuhnya.
Untuk atasi Ruam dari mereka kecil kita selalu oleskan BACTROBAN. Kejadian ini tidak sering terjadi pada mereka karena kita selalu memperhatikan agar mereka tidak terlalu lama mamakai pampers.
Hari sabtu itu kita tidak memakaikan mereka pampers ( Pampers dipakai hanya untuk malam hari dan bepergian )
Tapi Hari minggu adalah hari dimana kita harus pergi ke Gereja. Nah pertama tamanya adik tidak mau memakai Pampers karena masih sakit. Setelah di rayu rayu akhirnya mau juga dan tidak menangis.
Pulang dari Gereja langsung Pampers dilepas, biar kulit tidak lembab.
Akhirnya sore hari ayah test untuk pegang pantat adik, karena pas pipis jg......dan adik tidak kesakitan, artinya adik sudah enakan...dan bisa kembali beraktivitas dengan baik.
Terima kasih Tuhan....AMIN
Ketahuannya pas malam sabtu jam 2 malam, ayah dan ibu terbangun karena kok ada bau yang tidak enak, ternyata adik PUB. Awalnya buka celana mau, jalan menuju kamar mandi mau..tapi tiba tiba kok menjerit..dan teriak teriak pokok nya tidak mau adik dibersihin. Dengan masih menangis nangis ayah tetap membersihkan adik. Setelah selesai....ibu bertanya kenapa kok sampe teriak teriak begitu ...ayah jawab cara membersihkannya sama aja kayak sebelum sebelumnya. Terus kita pake in pampers, ternyata teriak teriak lagi tambah kenceng...sampai eyangnya turun dari lantai atas karena terbangun. Setelah terpasang dan dipakein celana adik masih kesakitan. Kita berpikiran tidak sampe kena ruam. Akhirnya tempat tidur dikasih kain terpal dan selimut untuk adik dan sepakat tidak memakai pampers. Akhirnya adik bisa tidur. Puji Tuhan....
Pagi hari kita coba mandikan, kok adik masih nangis dan tidak mau dibersihkan pantatnya, akhirnya setelah mandi kita coba lihat pantatnya..ternyata merah. Oh adik laras kena RUAM.
RUAM adalah keadaan dimana kulit menjadi sakit / merah karena terlalu lama memakai POSPAK / Pampres.
Cuplikan dari : http://ummuemira.multiply.com/journal/item/49
Orang tua perlu menyadari bahwa pospak adalah produk yang didesain untuk melindungi air seni bayi atau tinja agar tidak keluar atau bocor. Nah, bahan yang tidak bocor ini tidak memiliki pori-pori sehingga membuat kulit tidak bisa bebas bernapas."
Padahal, lanjut dokter yang biasa disapa Ari, kulit sangat butuh bernapas karena salah satu fungsinya adalah untuk penguapan atau membuang sisa-sisa metabolisme di dalam tubuh yang tidak terpakai. Kalau kulit tertutup terus-menerus maka proses penguapan akan terganggu dan membuat kulit lembap serta muncul iritasi. "Jangankan kontak dengan urin, dengan keringat pun bayi akan mengalami iritasi. Pada anak yang berbakat atopik hal ini bisa menimbulkan iritasi yang cukup hebat
Lanjut..hehe
Untung hari sabtu dan minggu ayah dan ibu dirumah sehingga dapat mengawasi adik Laras sepenuhnya.
Untuk atasi Ruam dari mereka kecil kita selalu oleskan BACTROBAN. Kejadian ini tidak sering terjadi pada mereka karena kita selalu memperhatikan agar mereka tidak terlalu lama mamakai pampers.
Hari sabtu itu kita tidak memakaikan mereka pampers ( Pampers dipakai hanya untuk malam hari dan bepergian )
Tapi Hari minggu adalah hari dimana kita harus pergi ke Gereja. Nah pertama tamanya adik tidak mau memakai Pampers karena masih sakit. Setelah di rayu rayu akhirnya mau juga dan tidak menangis.
Pulang dari Gereja langsung Pampers dilepas, biar kulit tidak lembab.
Akhirnya sore hari ayah test untuk pegang pantat adik, karena pas pipis jg......dan adik tidak kesakitan, artinya adik sudah enakan...dan bisa kembali beraktivitas dengan baik.
Terima kasih Tuhan....AMIN
Senin, 27 Juli 2009
Asiknya kembar naik odong-odong dan Thomas car:-)
Sudah hampir sebulan ini, setiap sore adik dan kakak naek mobil Thomas bersama eyang…Menurut eyang, ada kebiasaan positif kakak dan adik menjelang sore akibat adanya mobil Thomas, tapi jangan keterusan ya Neng:-) Dulu yang biasanya kalo sore suka uring-uringan abis bangun tidur siang minta digendong dulu trusan mandi sore susah banget sekarang mereka langsung mau bangun tidur dan mandi begitu denger suara musik dari mobil Thomas itu, hehehe…
Sekitar jam 3.30 atau 3.45, mereka sudah rapih berpakaian dan bersiap didepan pagar menunggu mobil tsb lewat. Kakak dan adik naik bersama eyang, biasanya salah satu dari mereka dipangku eyang. Menjelang turun, eyang memangku adik karna dia agak susah kalau diajak turun. Mereka baru mau turun setelah berputar 2 kali. Setelah turun dari mobil Thomas, mereka masuk ke dalam rumah untuk makan sore, lumayan juga kebiasaan keluar rumah disore hari dan baru balik sekitar jam 5.30 berkurang.
Ada kejadian lucu, suatu sore adik dan kakak tidak naek mobil Thomas karna eyang tidak enak meninggalkan tukang yang sedang bekerja dirumah untuk nganterin kembar. Akhirnya eyang bilang ke mereka, kalau eyang sedang tidak enak badan dan pusing, eyang minta mereka naek mobil bersama mbak Rina (yang membantu eyang dirumah), mereka tidak mau naek lho, trusan mereka mengambil minyak telon dan diberikan ke eyang sebagai obat, hehehe…tapi yang ada setiap mobil itu lewat depan rumah, mereka selalu berteriak-teriak, eyang mobilnya kosong, sembari menunjuk mobil tsb, hehehe…
Mereka yang tadinya takut naek odong-odong pun sekarang mulai naik, biasanya sekitar jam 9 atau 10, mereka naik odong-odong. Duh gayanya deh, ibu dan ayah jadi senyum-senyum…sayang ga bawa kamera buat dokumentasi:-)
Sekitar jam 3.30 atau 3.45, mereka sudah rapih berpakaian dan bersiap didepan pagar menunggu mobil tsb lewat. Kakak dan adik naik bersama eyang, biasanya salah satu dari mereka dipangku eyang. Menjelang turun, eyang memangku adik karna dia agak susah kalau diajak turun. Mereka baru mau turun setelah berputar 2 kali. Setelah turun dari mobil Thomas, mereka masuk ke dalam rumah untuk makan sore, lumayan juga kebiasaan keluar rumah disore hari dan baru balik sekitar jam 5.30 berkurang.
Ada kejadian lucu, suatu sore adik dan kakak tidak naek mobil Thomas karna eyang tidak enak meninggalkan tukang yang sedang bekerja dirumah untuk nganterin kembar. Akhirnya eyang bilang ke mereka, kalau eyang sedang tidak enak badan dan pusing, eyang minta mereka naek mobil bersama mbak Rina (yang membantu eyang dirumah), mereka tidak mau naek lho, trusan mereka mengambil minyak telon dan diberikan ke eyang sebagai obat, hehehe…tapi yang ada setiap mobil itu lewat depan rumah, mereka selalu berteriak-teriak, eyang mobilnya kosong, sembari menunjuk mobil tsb, hehehe…
Mereka yang tadinya takut naek odong-odong pun sekarang mulai naik, biasanya sekitar jam 9 atau 10, mereka naik odong-odong. Duh gayanya deh, ibu dan ayah jadi senyum-senyum…sayang ga bawa kamera buat dokumentasi:-)
Langgan:
Entri (Atom)

